Training Guru Papua Penerima Beasiswa ALAF Di Australia
Dalam rangka mempersiapkan Sekolah Berstandar Internasional di Papua, Pemerintah Daerah Papua untuk yang kedua kalinya mengirimkan guru-gurunya untuk menjalani pelatihan di Australia. Seperti diketahui Program pelatihan guru-guru di Australia pertama sekali dilaksanakan pada tahun 2008, program ini dirancang secara khusus oleh The Willi Toisuta & Associates (WTA) dan the University of the Sunshine Coast (USC), yang berlokasi di Queensland, Australia WTA adalah lembaga konsultan pendidikan yang sejak tahun 2007 telah dipercaya oleh Pemerintah Daerah Papua untuk merancang dan melaksanakan program-program pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Papua.

Untuk program yang kedua ini biaya perjalanan, biaya hidup dan biaya pelatihan para guru-guru di tanggung sepenuhnya oleh pemerintah Australia (AusAID) melalui program Australian Leadership Award Fellowship (ALAF). Para guru-guru penerima beasiswa ALAF ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh WTA. Mereka berasal dari berbagai kabupaten di Propinsi Papua yaitu 5 orang dari Kabupaten Jayapura, 9 orang dari Kota Jayapura, 6 orang dari Kabupaten Mimika, 3 orang dari Kabupaten Keerom dan 1 orang dari Kabupaten Yapen Waroepen. Sebelum menjalankan pelatihan di Australia, seluruh guru yang lulus proses seleksi ini telah mengikuti program persiapan Bahasa Inggris selama 3 bulan di IALF (Indonesia Australia Language Foundation), Denpasar, Bali.

Di Australia, program pelatihan akan dilaksanakan oleh USC. Pelatihan ini terdiri dari 2 tahapan yaitu yang pertama adalah pelatihan program English Language Lessons (4 minggu). Selama melaksanakan program ini, para guru tinggal bersama keluarga-keluarga Australia (home stay). Yang kedua adalah Teacher Development Program (6 minggu). Dalam tahap ini, pada pagi hari para guru juga akan dimagangkan di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Quennsland, Australia, sedangkan pada siang hari guru-guru akan dilatih tentang kurikulum, strategi/metode mengajar (pedagogy), pemanfaatan ICT dalam pembelajaran, dll. Beberapa sekolah di Queensland yang berpartisipasi dalam program ini adalah; Chancellor State College, Siena Catholic College, Mathew Flinders Anglican College, Mountain Creek State High School, Maroochydore State High School, Beerwah State High School, St Johns Catholic College, Kawana State High School, dan Sunshine Coast Grammar School.

Pada tanggal 3 july 2009, di Jakarta telah dilaksanakan acara penyerahan beasiswa dan pelepasan bagi para guru Papua tersebut. Acara ini dihadiri oleh antara lain Bapak Drs. Agus Wahyu Sadikin, M.Pd (Kepala Sub Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Pelatihan), Bapak Drs. James Modouw, M.MT (Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua), Bapak Lasarus Hara (Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua), Bapak Zakarias S.O, S.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom, Michael Bliss (Minister Counsellor, Political and Economic Branch, DFAT Lisa Mollard (Unit Manager of Scholarship & Volunteering AusAID Jakarta), Ms. Siska Wiliyhana (Australian Scholarship Promotion), Ms. Anindita Kusumawardhani (Australian Education Centre Manager), Yoyoh Hafidz (Program Manager Papua Education, AusAID), Vladimir Pejovic (Manager Academic English Language Services, IALF, Bali), Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D dan Ir. Eka T.P. Simanjuntak, MM (Director of PT. Wacana Tata Akademika). Dr. Bill Allen dan ibu Rama Brierty dari Uiversity of the Sunshine Coast. Dalam sambutannya bapak James Modow mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk menningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan wawasan para guru, oleh sebab itu para guru diharapkan dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, agar apa yang diperoleh selama di Australia dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas anak-anak didik di Papua.

Pada sore harinya para guru tersebut berangkat ke Sunshine Coast, Queensland, Australia, di antar oleh bapak Lasarus Hara (Kabid Ketenagaan, Dinas Pendidikan, Olah Raga dan Pemuda Propinsi Papua) dan Bapak Eka Simanjuntak dari WTA. Di Sunshine Coast, para guru langsung disambut oleh para keluarga home stay masing-masing yang berjumlah 25 keluarga, yang sebelumnya sudah dipilih secara khusus oleh pihak Uiversity of the Sunshine Coast. Dirumah para keluarga home stay inilah para guru akan tinggal selama 1 bulan penuh.

Keesokan harinya juga diadakan acara penyambutan yang disiapkan oleh pihak USC, yang dihadiri oleh pimpinan Uiversity of the Sunshine Coast, Prof. Greg Hill (acting Vice Chancellor and President), Prof. Merv Hyde (Program Director), Dr. Bill Allen, Suzie Burford (Program Manager) dan beberapa staff pengajar dan staff administrasi dari USC. Dalam sambutannya Prof Greg Hill dan Bapak Lasarus Hara barharap agar kerjasama ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan mengingat USC memiliki fasilitas pendidikan dan pelatihan yang sangat baik dan lengkap. Pusat pelatihan ICT di USC misalnya, selama ini juga digunakan oleh pemerintah Negara bagian Queensland untuk melatih guru-guru dari sekolah-sekolah di Queensland di bidang pemanfaatan ICT dalam pembelajaran.

BERITA TERKAIT:




Saya anak asli papua,bagaimana saya bisa mendapatkan beasiswa tolong dukung saya agar saya bisa menerima beasiswa
Saya anak asli Papua. Saya ingin dapat belajar di Australia. Saya sudah bisa menerapkan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan di salah satu International College di Kab. Sorong. Mohon dukungan dan juga bantuan untuk saya. Terima Kasih
saya anak asli papua dan bekerja sebagai seorang petugas Kesehatan Lingkungan di RSUD Wamena. Saya menemukan beberapa masalah Kesehatan Lingkungan, khusunya sampah dan limbah Rumah Sakit karena sampai saat ini, RSUD wamena mengeluarkan limbah ke badan air tampa adanya proses pengolahan dan membuang berbagai macam sampah beracun (B3) ketempat yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit bahkan sering dibuang dekat sumber air.
Saya punya pengalaman buruk pada waktu kerja. Ada beberapa temen – teman sakit dan terinveksi “HIV” karena kami salah menangani SAMPAH Rumah Sakit.oleh karena itu saya ingin belejar bagaimana cara mengelolah sampah dan limbah Rumah Sakit yang baik dan benar, tapi saya terkendalah dengan biaya pendidikan. Saya sudah,sedang mengikuti course bahasa inggris untuk apply ADS tapi sampai saat ini saya belum menemukan jawaban yang saya cari. Saya mohon batuan untuk saran Siapakah yang bisa menolong saya, untuk melayani orang Papua!
this is very attractive program and encourage the teachers motivation.teachers need a new teaching method fronm the modern.i wish some day there will be a program for teacher like US in kabupaten kep yapen then I can join the program…..!!! thankss