Pelatihan Kepala Sekolah, Guru SD dan Pengawas Sekolah Region IV – Merauke

Hari Senin, 26 Oktober 2015, bertempat di aula Kolese Pendidikan Guru (KPG) Khas Papua, di jalan Dorem-Buti Merauke, telah dilaksanakan upacara pembukaan kegiatan workshop/pelatihan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Guru-guru Sekolah Dasar dari berbagai wilayah di Region IV – Merauke. Kegiatan pelatihan akan berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 26 Oktober  s/d 5 November 2015.

 

CFDP Merauke 1

 

Upacara pembukaan dihadiri oleh Bapak Joko Guritno (Asisten I Pemda Kabupaten Merauke), mewakili Bupati Kabupaten Merauke, Bapak Johannes Samkaykay (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke), prof. Bill Carter (Direktur IPG dari University of The Sunshine Coast), Bapak Eka T. P. Simanjuntak (Managing Director The Willi Toisuta and Associates), dan para pengajar dan guru-guru alumni dari The University of The Sunshine Coast, Australia.

Workshop/pelatihan ini merupakan bagian dari program Government Partnership for Development (GPFD) yang didanai bersama oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Daerah Provinsi Papua, yang rencananya akan melatih lebih kurang 1500 pendidik di seluruh Provinsi Papua.

Program Peningkatan Kapasitas Pendidikan Di Tanah Papua

lokakarya kepala sekolah papua

Program GPFD 2015 -2016

_DSC1336 (2)Sejak tahun 2007, The Willi Toisuta & Associates (WTA), The University of Sunshine Coast (USC) dan Pemerintah Provinsi Papua, telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Papua. Kegiatan pertama diawali dengan penandatanganan MoU oleh ketiga pimpinan lembaga diatas, yang  kemudian diikuti dengan pengiriman guru-guru SMA dari beberapa sekolah di Papua untuk mengikuti pelatihan selama lebih kurang 2-3 bulan di Kampus USC di Sunshine Coast, Queensland, Australia. Kerjasama ini telah mengirimkan lebih kurang 150 guru dan kepala sekolah Papua untuk berlatih di kampus USC, melibatkan lebih kurang 12 sekolah pemerintah dan sekolah swasta yang tersebar di negara bagian Queensland, Australia.

Selain itu, sebagai bagian dari kerjasama ini juga telah diselenggarakan 2 kali lokakarya untuk guru-guru Papua yang tidak dapat mengikuti pelatihan di Australia. Lokakarya ini dilaksanakan di kota Jayapura (2011 & 2013). Lokakarya dipandu oleh staff pengajar USC, konsultan WTA dan beberapa alumni program pelatihan guru dan kepala sekolah Papua di Australia. Lokakarya diikuti lebih kurang 150 orang guru Papua. Lokakarya bertujuan untuk menyebarluaskan apa yang sudah dipelajari oleh para alumni selama mengikuti program di Australia kepada guru lainnya. Setelah kegiatan lokakarya, WTA dan USC juga mengadakan pelatihan untuk meningkatkan nilai IELTS bagi Guru Bahasa Inggris yang berpotensi untuk studi lanjut di Australia. Hingga saat ini sudah ada 9 peserta pelatihan IELTS tersebut yang berhasil memperoleh beasiswa ADS dari pemerintah Australia dan sudah menyelesaikan pendidikan master/S2 di Australia.

Untuk mendanai kegiatan diatas, WTA dan USC memanfaatkan fasilitas pendanaan dari Pemerintah Australia, yaitu Australia Leadership Award Fellowship/ALAF (sekarang berubah menjadi Australia Award Fellowship/AAF) dan Government Partnership For Development/GPFD. Disamping itu ada juga dana pendamping dari Pemerintah provinsi Papua.

Pada tahun 2013, USC dan WTA kembali mengajukan proposal “Program Peningkatkan Kapasitas Pendidikan di Tanah Papua” kepada Pemerintah Australia melalui program GPFD, dan proposal ini kembali disetujui. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pemangku kepentingan (stake holder) bidang pendidikan di Papua. Sasaran program adalah guru PAUD, guru sekolah dasar, guru pendidikan berkebutuhan khusus, kepala sekolah, staf dinas pendidikan, dosen FKIP, pengajar Kolese Pendidikan Guru Khas Papua (KPG-Papua), dan penggerak program PKK. Secara total program ini akan melatih 1280 para pemangku kepentingan dibidang pendidikan di Provinsi Papua.

Prioritas program adalah daerah-daerah pedalaman dan terpencil di Provinsi Papua, dibagi menjadi 5 lokasi sasaran yaitu: Region I – Jayapura (Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya dan Pegunungan Bintang), Region II – Mimika (Kabupaten Mimika, Asmat, Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Biak Numfor dan Supiori), Region III – Wamena (Kabupaten Tolikara, Lanny Jaya, Yalimo, Yahukimo, Nduga, Mamberamo Tengah dan Jayawijaya), Region IV – Merauke (Kabupaten Merauke, Boeven Digoel dan Mappi), dan Region V – Nabire (Kabupaten Nabire, Deiyai, KepulauanYapen, Intan Jaya, Dogiyai dan Waropen).

Untuk pelaksanaan kerjasama ini, USC kembali menandatangani MOU yang merupakan awal dari pelaksanaan program yang  akan berlangsung lebih kurang 1,5 tahun yaitu sejak bulan November 2014, hingga Juli 2016 di Provinsi Papua.

Kegiatan-kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan adalah:

  1. Programyang dilaksanakan di Bali pada tanggal 15–29 November 2014 (16 peserta)
  2. Program Visitasi Pimpinan Dinas Pendidikan ke Australia pada tanggal 5–21 Desember 2014 (20 peserta).
  3. Program Pelatihan Pelatih Master Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar Kota Jayapura – LPMP Kotaraja yang telah dilaksanakan pada tanggal 16–28 Maret 2015
  4. Lokakarya Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar, untuk Region I Jayapura (Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keroom, Sarmi, Pegunungan Bintang, Mamberamo Raya), telah dilaksanakan di LPMP Kotaraja, Kabupaten Jayapura pada tanggal 20–30 April 2015.
  5. Lokakarya Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah dan Guru SD untuk Region II Mimika (Kabupaten Mimika, Asmat, Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Biak Numfor dan Supiori), telah dilaksanakan di Kompleks Persekolahan YPJ Kuala Kencana, Area PT. Freeport Indonesia, pada tanggal 29 Juni – 9 Juli 2015.
  6. Pengembangan Kapasitas (Capacity Building) bagi Pengajar KPG (Primary Teacher Program) yang rencananya akan dilaksanakan di USC, Sunshine Coast, Australia, pada tanggal 7 Agustus – 24 Oktober 2015.
  7. Lokakarya Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah dan Guru SD untuk Region III – Wamena (Wamena, Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo, Yahukimo, Nduga, Mamberamo Tengah), yang rencananya akan dilaksanakan di Wamena pada tanggal 14 – 24 September 2015. Lokakarya di Region Wamena ini agak berbeda karena pada lokakarya ini juga akan diikuti oleh para pejabat dan pengawas sekolah Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten yang ada di Region III – Wamena.
  8. Lokakarya Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah dan Guru SD untuk Region IV – Merauke (Kabupaten Merauke, Boeven Ndigoel, Mappi), yang rencananya akan dilaksanakan di Merauke pada tanggal 26 Oktober – 5 November 2015.
  9. Lokakarya Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah dan Guru SD untuk Region I – Jayapura (Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Pegunungan Bintang, Mamberamo Raya), yang rencananya akan dilaksanakan di Merauke pada tanggal 30 November – 10 Desember 2015.
    Pada waktu yang sama diselenggarakan juga “KPG Tertiary Teacher Educators Pedagogical Practices for Papua, Jayapura”.
  1. Lokakarya Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah dan Guru SD untuk Region IV -Merauke (Kabupaten Merauke, Boeven Digoel, Mappi), yang rencananya akan dilaksanakan di Merauke pada tanggal 15 Februari – 25 Februari 2016.
    Pada waktu yang sama diselenggarakan juga “Special and Inclusive Education Teacher Study Visit Australia”.
  1. Lokakarya Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah dan Guru SD untuk Region III – Wamena (Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo, Yahukimo, Nduga, Mamberamo Tengah), yang rencananya akan dilaksanakan di Wamena pada tanggal 4 April – 24 April 2016.
    Pada waktu yang sama diselenggarakan juga kegiatan “Consultation on Differentiated Pedagogies of Papua, Wamena” dan “UNCEND Tertiary Educators Effecting Change Study Visit Australia”.
  1. Lokakarya Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah dan Guru SD untuk Region V – Nabire  (Kabupaten Nabire, Deiyai, KepulauanYapen, Intan Jaya, Dogiyai dan Waropen), yang rencananya akan dilaksanakan di Wamena pada tanggal 27 Juni – 7 Juli 2016.

Lokakarya Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah dan Guru SD Region I – Jayapura

lokakarya kepala sekolah papua

Lokakarya Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah dan Guru SD merupakan bagian dari rangkaian program peningkatan kapasitas pendidikan di Provinsi Papua yang dilaksanakan atas kerjasama WTA, USC, DFAT dan Pemerintah Provinsi Papua. Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru SD yang berada di Region I – Jayapura, yang meliputi 6 Kabupaten/Kota, yaitu: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keroom, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Mamberamo Raya. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 2 – 30 April 2015 di LPMP Kotaraja, Kabupaten Jayapura, Papua.

Acara pembukaan berlangsung di Aula Utama LPMP Kotaraja, secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Bapak Protasius Lobya, didampingi perwakilan USC dan WTA, yaitu Ms. Suzanne Burford dan Bapak Eka T.P. Simanjuntak. .

Jumlah peserta pelatihan sebanyak 60 orang, mayoritas adalah kepala sekolah SD dan beberapa kepala sekolah SMP. Lokakarya untuk guru SD diikuti oleh 100 orang sehingga total peserta yang hadir sebanyak 160 orang.

Pada pelatihan ini, para Pelatih Master yang merupakan lulusan dari Pelatihan Pelatih Master Kepsek & Guru SD Papua sebelumnya, turut mengambil bagian sebagai pengajar bersama dengan tim pengajar dari USC. Pelatih Master Kepala Sekolah ada 4 orang yaitu: Bapak Eduard Tampubolon, Ibu Elsina Selfiana Kaiway, Ibu Ana Rebeka Rumbiak, dan Bpk Alex Deu. Sedangkan Pelatih Master guru SD ada 10 orang yaitu: Bapak Sutrisno, Bapak Mugiyanto, Ibu Ludia Pasulu, Ibu Ferdinanda Iek, Ibu Lidya N. A. Mramra, Ibu Germanya Patricya Ronsumbre, Bapak Thomas Ap, Ibu Penina Diawaitou, dan  Ibu Yuli Boriyanti.

Guru Papua yang merupakan alumni berbagai program pelatihan di Australia, juga mengambil bagian dan berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik sebagai pendamping/penterjemah kelompok kepala sekolah (Ibu Yosephine Septiana Wally, Ibu Yuliwati Madu, Bapak Ferdinand Laumal, dan Nona Elisabeth Iriawati) maupun pendamping kelompok guru SD (Ibu Jil Lahallo, Ibu Susi Ansanay, Ibu Maria Wambrauw, Ibu Maria Bala).

Kegiatan pelatihan ini dipusatkan di LPMP Kotaraja dan diawali dengan kegiatan kuliah tamu oleh Bapak James Modouw, tentang Pendidikan dan Kepemimpinan Kontekstual di Papua, dan Managemen Pendidikan. Pembicara kedua adalah, Bapak John Rahail, berbicara tentang program Sekolah Kampung yang dirintis beliau di Distirk Pantai Timur, Kabupaten Sarmi.

Pelatihan ini berakhir pada tanggal 30 April 2015 dan ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Elias Wonda S.Pd, MH, dengan penyerahan sertifikat kepada kepala sekolah dan guru SD peserta lokakarya. Dalam penyerahan sertifikat, Bapak Elias Wonda didampingi Mr. Tony Richardson selaku Koordinator Tim Lokakarya Kepala Sekolah, Mrs. Sharn Donnison selaku koordinator Tim Lokakarya Guru SD, dan Bapak Laorens Wantik selaku Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi.

Pada kesempatan yang sama, apresiasi diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sarmi dalam hal ini  diwakili oleh PLT Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten, Ibu Fransina Manibor/Padwa, dengan pemberian cenderamata kepada pengajar USC dan Tim GPFD dalam bentuk sebuah buku tentang SARMI.

Reporter: Rona Rumsarwir
Editor: Admin

Kuliah Umum, Pelatihan & Penutupan Pelatihan Pelatih Master Kepala Sekolah dan Guru SD Papua

Pelatihan Master Pelatih Guru SD Papua

LPMP Kotaraja, 16 – 28 Maret 2015.

Pelatihan untuk Pelatih Master Kepala Sekolah dan Guru SD Papua yang dilaksanakan di LPMP Kotaraja, Kabupaten Jayapura, terdiri dari 2 kelas belajar, kelas Kepala Sekolah dan kelas Guru SD. Pada materi tertentu 2 kelas ini digabung menjadi 1 kelas belajar. Guru-guru Papua pendamping dan penterjemah pelatih USC juga dibagi menjadi 2 kelompok untuk mendampingi masing-masing program pelatihan. Program pelatihan berlangsung selama 10 hari, dimulai jam 9 pagi dan berakhir pada jam 4 sore.

Dalam kegiatan pelatihan ini, peserta mendapatkan materi-materi pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan mereka dalam bidang: pedagogik, kurikulum dan ICT, metode pembelajaran orang dewasa, perencanaan proses belajar, pelatihan guru/kepala sekolah, pengelolaan sekolah, keterlibatan masyarakat sekolah, serta kepemimpinan dan manajemen dalam bidang pendidikan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan  materi tambahan berupa kuliah umum dengan pembicara utama mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Papua, Bapak James Modouw dan Bapak John Rahail (dosen di Universitas Cendrawasih Papua dan pendiri Institut Pengembangan dan Pemberdayaan Masyrakat Papua). Bapak James Modouw menyampaikan kuliah umum tentang Pendidikan dan Kebudayaan serta Manajemen. Sedangkan Bapak John Rahail memberikan kuliah umum tentang “Sekolah Kampung” yang didirikan dan dijalankan beliau bersama dengan masyarakat setempat di Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi. Program belajar mengajar di Sekolah Kampung ini mengangkat nilai–nilai kearifan lokal dan belajar dari lingkungan alam sekitarnya. Selain itu, pengajar dan peserta juga berkesempatan mengunjungi SMP N 5 Jayapura di Entrop, salah satu sekolah yang menjadi contoh dalam lingkungan Kota Jayapura.

Kegiatan pelatihan berakhir pada tanggal 28 Maret 2015. Dalam acara penutupan pelatihan, dilakukan pembagian sertifikat kepada peserta pelatihan dan menjadi “master pelatih”, juga diberikan sertifikat untuk guru pendamping pengajar (interpreter). Sertifikat diberikan oleh Ibu Y. Enembe, istri Gubernur Provinsi Papua, yang juga adalah Bunda PAUD Papua, didampingi Bapak Protasius Lobya (Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua), Bapak Eka Simanjuntak (WTA), Bapak Laorens Wantik (Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi), Mr. Bill Carter (IPG USC), Mr. Tony Richardson (Koordinator tim pengajar kepala sekolah), dan Ms/Mrs Sharn Donnison (Koordinator tim pengajar guru SD).

Acara pelatihan ditutup oleh Ibu Y. Enembe, yang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada DFAT dan IPG-USC yang telah bersedia datang ke Papua dan membuat program ini untuk memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada kepala sekolah dan guru SD di Papua untuk memajukan pendidikan di provinsi Papua. Beliau juga tidak lupa berpesan kepada para Pelatih Master (Master Coaches) untuk dapat memberikan dan membagikan pengetahuan kepada para rekan kerja dan dapat menerapkan pula di sekolah dan satuan pendidikan di daerah masing–masing.

Kegiatan pelatihan ini sudah berlangsung dengan lancar dan semua peserta telah mengikuti seluruh sesi pelatihan. Pihak penyelenggara optimis bahwa kegiatan pelatihan telah menghasilkan “Pelatih Master” Kepala Sekolah dan “Pelatih Master” Guru Sekolah Dasar yang berkualitas, mumpuni dan memiliki komitmen kuat dalam peningkatan kapasitas pendidikan di Papua.

Ikuti berita Program GPFD 2015 – 2016 berikutnya: Lokakarya Kepemimpinan Kepala Sekolah & Guru SD Region I Jayapura.

Reporter: Rona Rumsarwir
Editor: Admin

Pembukaan Pelatihan bagi Pelatih Master Kepala Sekolah dan Guru SD Papua

Senin (16/3), Program Pelatihan Pelatih Master Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar Papua menjadi momentum awal dimulainya rangkaian program “GPFD 2015–2016” dengan tema besar “Peningkatan Kapasitas Pendidikan di Tanah Papua”. Para peserta program pelatihan ini disiapkan untuk menjadi pelatih-pelatih bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah dasar di Papua.

Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka dengan pemukulan tifa oleh Sekretaris Daerah (SEKDA) Provinsi Papua, Bapak Henry T.A. Dosinaen, di Sasana Krida, Kantor Gubernur Prov. Papua. Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan selama 10 hari (16–28 Maret 2015 bertempat di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kotaraja, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Acara pembukaan dihadiri oleh para pimpinan dari lembaga-lembaga terkait, yaitu: Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Elias Wonda, S.Pd, MH; Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsis Papua, Protasius Lobya; Kepala Bidang Pendidikan dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Laorens Wantik; Director of International Program Government – University of Sunshine Coast (IPG-USC), Prof. William Rodney (Bill) Carter, Ph.D, sekaligus mewakili DFAT; Chairman of WTA, Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D; Managing Director of WTA, Ir. Eka T.P. Simanjuntak, MM.

Panitia pelaksana kegiatan pelatihan ini (tim GPFD), terdiri dari 12 orang yang berasal dari  USC, WTA, dan tim Dinas Pendidikan Provinsi Papua. Peserta pelatihan berjumlah 58 orang, terdiri atas 18 orang kepala sekolah dan 40 orang guru SD. Mereka berasal dari beberapa kabupaten/kota di Papua, yaitu: Kota Jayapura, Jayawijaya, Lanny Jaya, Nabire, Biak, Mimika, dan Kabupaten Jayapura. Peserta pelatihan dipilih berdasarkan keterwakilan dari 5 Region sasaran lokakarya dan komitmen mereka untuk menjadi pelatih serta kesediaan untuk berbagi pengetahuan dengan guru–guru lain di Papua.

Program pelatihan ini juga melibatkan beberapa guru Papua yang telah menempuh pendidikan Master/S2 pada bidang TESOL (Teaching English as a Second Language) di USC, Australia, yaitu: Jhil Lahallo, Susie Ansanay, Maria Bala, dan Mary Wambrauw. Tugas mereka adalah menjadi pendamping para pelatih USC sekaligus penterjemah selama kegiatan pelatihan tersebut berlangsung.

Acara pembukaan pelatihan berlangsung dengan lancar dan semua pihak yang terlibat dalam acara ini optimis kegiatan pelatihan akan berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan “Pelatih Master” Kepala Sekolah dan “Pelatih Master” Guru Sekolah Dasar yang berkualitas, mumpuni dan memiliki komitmen kuat dalam peningkatan kapasitas pendidikan di Papua. (baca lanjutannya: Kuliah Tamu dan Acara Penutupan Pelatihan Master Pelatih Kepala Sekolah dan Guru SD Papua).

Reporter: Rona Rumsarwir
Editor: Admin