Willi Toisuta & Associates bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat untuk yang kedua kalinya berhasil melaksanakan seleksi siswa Papua Barat penerima beasiswa studi S1 ke Jerman dan Cina. Kegiatan ini untuk mendapatkan siswa-siswa terbaik lulusan SMA di Papua Barat yang memiliki potensi dan motivasi tinggi untuk melanjutkan studi di Jerman dan Cina. Seleksi juga sekaligus memetakan potensi, bakat, dan minat siswa terhadap jurusan-jurusan di universitas.

Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 8-15 Maret 2011 di tiga kabupaten, yaitu Manokwari (8-9 Maret 2011), Fakfak (11-12 Maret 2011), dan Sorong (14-15 Maret 2011). Seleksi diikuti oleh 107 siswa, yang terdiri dari 38 siswa asal Manokwari, 24 siswa asal Fakfak, dan 45 siswa asal Sorong. Para siswa ini merupakan lulusan SMA asli Papua terbaik, berasal dari jurusan IPA yang memiliki nilai rapor untuk mata pelajaran matematika, IPA, dan bahasa Inggris minimal 7 dari semester 1 kelas 1 hingga semester 1 kelas 3.

Tahapan dalam kegiatan seleksi meliputi tes bahasa Inggris (tes tertulis dan wawancara), tes akademik materi sains dan matematika (tes tertulis), dan psikotes (tes tertulis dan wawancara). Dalam proses seleksi ini, WTA telah menentukan desain seleksi yang tepat bagi para siswa Papua Barat dengan melibatkan beberapa tenaga ahli yang kompeten dan profesional. Tenaga ahli yang terlibat dalam kegiatan seleksi adalah Hanurani Prajanto, konsultan dari Yayasan Indonesia-Jerman sebagai asesor bahasa Inggris, Benidiktus Tanujaya, dekan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Negeri Papua sebagai asesor sains dan matematika, Rudangta Arianti Sembiring dan Widya Hiltraut Padan dari Thera Center for Psychological Service sebagai asesor psikotes.

Siswa terpilih adalah siswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik, mampu untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, dan secara psikologis memiliki motivasi untuk maju dan berkembang, memiliki kemampuan belajar dan beradaptasi dengan cepat, memiliki keingintahuan yang tinggi, memiliki kemampuan bersosialisasi dan komunikasi yang baik, memiliki sikap mandiri, dan daya tahan terhadap stres. Dari seleksi ini terpilih 20 siswa terbaik penerima beasiswa S1 ke Jerman dan Cina. Para siswa terpilih ini akan menjalani pelatihan bahasa Jerman atau pelatihan bahasa Mandarin terlebih dahulu selama setahun pertama sebelum melanjutkan studi ke universitas-universitas di Jerman dan Cina.

share it...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail