Demi meningkatkan kapasitas guru bidang studi bahasa Inggris, maka Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua mengharapkan para guru untuk kembali melanjutkan pendidikannya melalui beasiswa Australian Development Scholarships (ADS) dari AusAID. Dalam rangka pengajuan beasiswa tersebut, maka Willi Toisuta & Associates membantu Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua menyelenggarakan pelatihan sebagai persiapan tes International English Language Testing System (IELTS) yang merupakan salah satu persyaratan penting dalam pengajuan beasiswa ADS.

Dalam menyelenggarakan pelatihan ini, WTA bekerjasama dengan University of the Sunshine Coast dengan mendatangkan pengajar dari USC, yaitu Michael Carey dan Ann Robertson. Pelatihan ini dilaksanakan selama sepuluh hari, dari tanggal 28 Juni–9 Juli 2010 bertempat di Balai Diklat PU Provinsi Papua (Senin hingga Jumat pukul 08.30-16.00).

Kegiatan dibuka dan diresmikan oleh Paulus Y. Indubri selaku Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua. Pada sambutannya, ia menyampaikan bahwa persiapan tes IELTS bagi guru bahasa Inggris di Provinsi Papua ini sangat positif. Diharapkan kegiatan dapat dilaksanakan kembali pada tahun-tahun mendatang sehingga ada banyak guru-guru bidang studi lain yang menerima manfaat dari kegiatan positif ini.

Para guru yang telah mendapatkan pelatihan ini juga sangat diharapkan untuk membagi ilmu dan ketrampilan yang dimiliki ini ke teman-teman guru lain di daerahnya. Pembukaan ini juga dihadiri oleh Lasarus Hara (Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua) dan Yohana Yembise (Kaprogdi Magister Bahasa Inggris Universitas Cenderawasih). Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang guru bidang studi bahasa Inggris dari kabupaten Biak, Timika, Merauke, Jayapura, dan kota Jayapura. Sebelas dari 15 orang guru tersebut sebelumnya pernah mengikuti program pelatihan pengayaan kurikulum, pedagogi, dan ICT di USC selama sepuluh minggu.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan skor IELTS para guru secara keseluruhan sehingga bisa mencapai level 5 ke atas. Skor IELTS minimal yang diperlukan untuk mendaftar beasiswa ADS adalah 5 secara keseluruhan. Selain berfokus untuk meloloskan peserta dalam kualifikasi ADS, di pelatihan ini para peserta diberi sebuah alat dan strategi dimana mereka dapat melanjutkan pembelajaran pendidikan bahasa Inggris secara mandiri dan efektif.

Metode pelatihan dibuat untuk memungkinkan pengajaran dengan sistem tatap muka selama dua minggu. Kemudian para peserta melanjutkan program dengan metode belajar mandiri menggunakan buku teks yang dipublikasikan dan materi pendukung audio untuk sisa waktu empat minggu sebelum mereka menjalani tes IELTS. Para siswa juga diharuskan untuk menyelesaikan tugas-tugas menulis mingguan, yang akan dikirim melalui email kepada instruktur pelatihan di Australia untuk mendapat umpan balik yang terperinci. Mereka juga akan menjalani praktek uji speaking yang dievaluasi melalui sebuah web conference.

Tes IELTS sendiri juga telah dilaksanakan pada 30–31 Juli 2010 di Ruang Sasana Karya, Kantor Gubernur Provinsi Papua. Tes ini dilakukan langsung oleh lembaga bahasa Inggris yaitu IALF Bali yang telah memiliki sertifikasi untuk melaksanakan tes IELTS. Pada hari pertama, sebagian guru mengikuti tes IELTS untuk speaking. Pada hari kedua, seluruh guru mengikuti tes listening, reading, writing, dan speaking.

Hasil resmi tes IELTS telah dikeluarkan tanggal 13 Agustus 2010. Dari 15 orang guru yang mengikuti tes IELTS, hanya dua orang guru yang memperoleh skor 4,5. Skor tertinggi adalah 6,5. Hasil inilah yang akan digunakan untuk memasukkan aplikasi beasiswa ADS untuk program master.

share it...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail