Lembaga pelatihan kerja pemerintah ataupun swasta dituntut untuk mampu menciptakan tenaga kerja yang berkualitas. Agar mampu menciptakan tenaga kerja yang berkualitas, lembaga pelatihan kerja harus memiliki instruktur yang berkualitas. Untuk memiliki instruktur yang berkualitas, maka perlu dibangun sistem peningkatan dan pengembangan instruktur.

Menjawab kebutuhan tersebut, The Willi Toisuta and Associates (WTA) dan Direktorat INTALA Kementerian Tenaga Kerja bekerjasama untuk menyusun instrumen kompetensi dan level kualifikasi instruktur. Kegiatan yang berlangsung sejak bulan Oktober 2015 ini bertujuan untuk menempatkan instruktur sesuai kompetensinya, sehingga melalui pendidikan dan pelatihan di lembaga pelatihan kerja, para calon tenaga kerja Indonesia juga diharapkan memiliki skill dan kompetensi yang berkualitas.

Dalam kajian ini, The Willi Toisuta and Associates merekomendasikan beberapa hal. Pertama, perlu adanya peningkatan kapasitas lembaga pelatihan kerja secara keseluruhan dan instruktur secara khusus, agar keberadaan lembaga pelatihan kerja mampu menjawab tuntutan pasar tenaga kerja. Dua, pelatihan yang diberikan kepada instruktur harus sesuai dengan kebutuhan kompetensi dan kualifikasi yang sesuai dengan level instruktur.

Selanjutnya, WTA menyarankan perlunya keterlibatan industri dalam menyusun standar kompetensi dan kualifikasi pelatihan di lembaga pelatihan kerja. Dan yang terakhir, WTA memandang perlu adanya revisi Kepmenpan No. 36 Tahun 2003 tentang Jabatan Fungsional Instruktur dan Angka Kreditnya, agar kompetensi instruktur khususnya di lembaga pelatihan kerja pemerintah, dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan jenjang, pangkat, dan golongan instruktur.

Kualifikasi instruktur 4f

Kualifikasi instruktur 6b

Kualifikasi instruktur 7d Kualifikasi instruktur 8c Kualifikasi instruktur 1

 

share it...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail