“This is time for Papuan children to become landlords in Papua,” kata Saraswati Mugiastuti, guru SMA Negeri 3 Sorong, saat memberi kata sambutan dalam penutupan “Pelatihan Metodologi Pembelajaran Guru SBI Provinsi Papua Barat”, Sabtu 23 Oktober 2010, di kampus UKSW, Salatiga.

Saraswati bersama 20 guru dari beberapa SMA di Manokwari, Sorong, dan Fakfak telah mengikuti program pelatihan pengembangan bahasa Inggris, penyegaran konten sains dan matematika, pengembangan ICT, dan pengembangan aspek pedagogi yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan Willi Toisuta & Associates, Universitas Kristen Satya Wacana, dan University of the Sunshine Coast selama tiga bulan di Salatiga.

Komitmen dan rasa optimis peserta pelatihan untuk mendorong anak-anak Papua membangun daerahnya sendiri melalui peningkatan mutu pembelajaran ikut diapresiasi Bill Allen, ketua program International Projects Group USC.

IPG USC telah menjalin kerjasama dengan WTA dalam program-program peningkatan kualitas pembelajaran bagi guru-guru sekolah berstandar internasional melalui penyelenggaraan kursus dan magang guru-guru dari Papua dan Papua Barat di sekolah-sekolah dan masyarakat sekitar Sunshine Coast, Australia.

“Saya kagum dan berterimakasih atas komitmen dan kerja keras yang luar biasa dari WTA dengan menjalin kerjasama dengan USC selama tiga tahun terakhir dalam peningkatan kualitas pendidikan dan perhatian bagi anak-anak di Papua,” kata Bill Allen.

Yunus Boari, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat yang turut hadir dalam acara ini, mengatakan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan di Papua Barat. Diharapkan guru-guru peserta pelatihan akan kembali ke kota asal dan menjadi master teacher agar bisa membagi pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam pelatihan ini kepada guru-guru yang lain.

Eka Simanjuntak dari WTA berharap agar ke depan Papua Barat bisa terus berkembang dengan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan Papua Barat. WTA saat ini sedang menyiapkan dokumen aplikasi ALAF untuk mengirim peserta pelatihan ini mengikuti kursus dan magang di Australia.

Kegiatan pelatihan guru-guru SBI masih akan terus dilakukan oleh WTA. “Cita-cita WTA adalah membawa lebih banyak guru lagi dari kawasan Indonesia Timur untuk dilatih di Salatiga. Kami juga berusaha sedapat mungkin untuk memberikan support supaya tahun depan bisa lebih baik lagi,” kata Eka.

Rektor UKSW John Titaley menyerahkan sertifikat pelatihan kepada peserta sekaligus menutup secara resmi pelatihan ini. Ia menilai pelatihan ini baik, sehingga tidak salah jika UKSW mendukung kegiatan ini. Selain itu, Papua sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari UKSW sehingga kerjasama untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah Papua juga akan menjadi salah satu bentuk pelayanan UKSW.

Salah satu peserta, Ali Imron, mengatakan bahwa walaupun ada beberapa bagian program yang tidak berjalan sesuai jadwal, secara umum pelaksanaan pelatihan ini telah berlangsung mendekati sempurna. Mewakili peserta, Ali Imron menyampaikan rasa terimakasih sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan dari peserta selama pelatihan berlangsung. Mereka berharap agar pelatihan semacam ini terus berlanjut karena masih banyak guru-guru lain di Papua Barat yang sangat membutuhkan program seperti ini. “Semua kekurangan dalam pelatihan bukan karena bapak-ibu tutor yang bodoh, namun kami peserta yang barangkali kurang pintar,” ungkap Ali.

“Kami senang selama tiga bulan peserta antusias mengikuti pelatihan ini,” kata Dharma Palekahelu dari WTA sebagai organizer pelatihan. “Segala kekurangan akan dievaluasi, kemudian kami akan mengadakan perbaikan-perbaikan untuk penyelenggaraan pelatihan berikutnya.”

share it...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail