Kualitas pendidikan tinggi perlu dikembangkan dengan menekankan pentingnya penelitian sebagai titik vital kehidupan suatu universitas. Demikian disampaikan mantan rektor Universitas Kristen Satya Wacana, Willi Toisuta, PhD dalam seminar nasional pendidikan di UKSW baru-baru ini.

Menurut Willi, tantangan terbesar perguruan tinggi sekarang terletak pada perguruan tinggi yang berbasis e-learning. Willi menjelaskan, ada empat faktor pengubah yang sangat berpengaruh pada perkembangan perguruan tinggi di Indonesia.

“Keempat faktor tersebut adalah ilmu pengetahuan sebagai mesin pengubah, revolusi informasi dan komunikasi, munculnya pasaran kerja dunia, serta transformasi sosial politik secara global,” jelas Willi.

Mantan rektor periode 1983-1993 ini juga mengingatkan pentingnya perguruan tinggi untuk fokus pada kualitas. Kualitas pendidikan yang menekankan pada pengembangan pengetahuan menempatkan penelitian sebagai sesuatu yang sangat penting, dan untuk itulah diperlukan kurikulum untuk mendukung kegiatan penelitian.

Seminar ini juga dihadiri Rektor UKSW John Titaley, ThD yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan Festival Sains Mahasiswa (FESSAMA) 2010. FESSAMA merupakan rangkaian acara bertema sains seperti seminar, lomba karya tulis, dan pameran ilmu pengetahuan yang diselenggarakan mahasiswa UKSW.

Seperti dikutip dalam situs UKSW, John mengungkapkan, “Rangkaian kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan FESSAMA merupakan kegiatan yang mendukung salah satu visi UKSW, yaitu menjadi Universitas Magistrorum et Scholarium.”

Menurut John, kegiatan ini adalah satu langkah untuk menciptakan mahasiswa yang ahli di bidangnya. Dan untuk itu tidak cukup hanya melalui kegiatan kurikuler, tetapi juga harus dilengkapi dengan kegiatan ekstrakurikuler. John berharap rangkaian kegiatan FESSAMA dan LKTI ini bisa menunjukkan kualitas akademik UKSW yang menekankan pada pengembangan penelitian.

share it...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail