Pengalaman WTA

Project Literasi Papua

Program Penguatan Baca Tulis Kelas Awal mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menangani kesenjangan pendidikan di Provinsi Papua dan Papua Barat. UNICEF dengan dukungan dari DFAT dalam melaksanakan Pendidikan untuk daerah pinggiran dan pedalaman di Tanah Papua. Dibawah kerjasama antara Program Pemerintah Indonesia dan Program UNICEF tahun 2011 – 2018, program ini didanai oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Pemerintah Australia. Tujuan utamanya yaitu menguji pendekatan yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas awal di daerah pedalaman di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Project Literasi Sumba Tengah

Program Pendidikan untuk daerah pinggiran dan pedalaman di tanah papua diselenggarakan dengan dua (2) pilar kegiatan utama, yaitu : Sekolah dan Pemerintah yang didukung oleh Pilar masyarakat. Serta memiliki 2 sasaran, yaitu :
Sasaran Utama, yaitu: anak-anak di 120 sekolah dasar di 6 kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat: Kabupaten Biak Numfor, Jayawijaya, Mimika, Jayapura, Manokwari dan Sorong.
Sasaran Intervensi Program ditujukan kepada pembuat kebijakan, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, komite sekolah dan masyarakat umum.

Program literasi baca tulis kelas awal di Sumba Tengah merupakan program peningkatan kemampuan membaca di 40 Sekolah Dasar yang dimulai sejak Agustus 2017. Program ini merupakan kerja sama antara WTA/YNS dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Tengah dan UNICEF. Program literasi ini dilatar belakangi oleh tingginya angka buta huruf di Sumba Tengah. Berdasarkan data dari BPS (2017) 10% penduduk di Pulau Sumba tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali. Studi UNESCO dan Kementerian Pendidikan (2012) juga menunjukkan bahwa Provinsi NTT merupakan salah satu provinsi dengan tingkat buta huruf tertinggi di Indonesia. Studi tersebut juga mengungkap bahwa adanya pola hubungan antara tingkat buta huruf dengan tingkat kemiskinan. Permasalahan literasi merupakan permasalahan yang vital sehingga perlu untuk ditangani secara serius. Program ini juga mendukung upaya Pemerintah Nasional dalam upaya mengurangi kesenjangan antar wilayah dalam bidang pendidikan.

Kegiatan :

  • Pelatihan Penyegaran Fonologi Bagi Fasilitator Literasi.
    Kegiatan pelatihan penyegaran fonologi ini diawali dengan perkenalan. Kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan beberapa soal-soal (pre-test) oleh peserta pelatihan yang bertujuan untuk mengobservasi tingkat pemahaman peserta. Selama 2 hari pelatihan terlihat bahwa semua peserta serius mengikuti setiap tahapan. Peserta sangat antusias dan terlibat secara aktif serta memperlihatkan kerjasama yang baik jika ada sesi diskusi atau kerja kelompok. Peserta juga memberikan pertanyaan-pertanyaan kritis terkait materi tersebut, hal ini menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Pada akhir pelatihan, peserta kembali diberi soal-soal (post test) yang bertujuan untuk melihat tingkat perkembangan pemahaman setiap peserta tentang materi yang telah dilatihkan.
  • Sosialisasi Program WTA Tahun Anggaran 2018.
    Kegiatan di laksanakan di aula pertemuan pemerintah dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan dasar sumba Tengah mewakili Kepala Dinas PPO yang pada waktu bersamaan mengikuti kegiatan penting lainnya. Acara di mulai dengan rangkaian pembukaan (doa, menyanyi lagu kebangsaan dan perkenalan). Materi pertama di sampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar dengan beberapa pernyataan penting yang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan WTA :

    • Meminta untuk memperbaiki pola komunikasi yang tidak berjalan dengan baik pada waktu yang lalu (2017) karena sangat mempengaruhi pencapaian tujuan program WTA. Kabid juga memberikan apresiasi kepada WTA karena dapat menyajikan dan menyampaikan dokumen kerjasama yang di minta sebagai prasyarat pencairan dana dengan cepat.
    • Harapan dari Dinas PPO kiranya dengan hadirnya WTA dapat mengangkat dan menyelesaikan persolan literasi yang masih rendah khususnya di sekolah dasar.