Penelitian ICT Papua

Papua yang berada di Indonesia timur adalah Provinsi dengan populasi sekitar 3 juta jiwa, dengan mayoritas penduduk yang tinggal di lebih dari 3000 desa yang tersebar di seluruh dataran rendah dan dataran tinggi terpencil, rawa dan daerah pesisir. Provinsi Papua umumnya memiliki jalan dan listrik dan infrastruktur telekomunikasi minimal, khususnya di lokasi terpencil. Papua memiliki tingkat kemiskinan,,angka buta huruf, dan sekolah non-retensi yang tinggi, mempunyai tingkat keberhasilan terendah dalam ujian nasional (UN). Hasil pendidikan di pedesaan dan daerah terpencil di provinsi Papua adalah yang terendah. Penggunaan TIK telah disorot sebagai sebuah strategi penting untuk mengangkat kualitas proses pendidikan dan meningkatkan kualitas kehidupan di Papua. Visi TIK dalam beberapa tahun terakhir semakin difokuskan pada upaya untuk memastikan interkoneksi jaringan internet yang terintegrasi di seluruh Provinsi, Kabupaten dan sekolah. Hal ini membutuhkan bandwidth serat optik wireless broadband yang tinggi, yang tersedia dalam wilayah-wilayah yang dapat diakses atau satelit dengan bandwidth rendah yang dapat beroperasi di tempat-tempat dimana bandwidth serat opti wireless broadband, tidak mungkin disediakan.

Pendekatan pedagogis baru untuk penyelenggaran pendidikan mendukung visi Papua untuk menggunakan TIK dalam pendidikan. Peningkatan kapasitas guru bukan hanya sekedar membangun kompetensi TIK, tetapi fokus pada bagaimana guru dapat menggunakan berbagai jenis pedagogi yang dapat membantu siswa untuk belajar secara kolaboratif, memecahkan masalah (problem-solving), dan menjadi peserta didik yang kreatif dalam mempersiapkan diri menjadi warga abad ke-21 dan memasuki dunia kerja. Dalam UNESCO ICT Competency Framework for Teachers (2011), ada tiga fase kunci yang terlibat:

  • Melek Teknologi: memungkinkan siswa untuk menggunakan TIK untuk belajar secara efisien,
  • Pendalaman pengetahuan: membangun keterampilan siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam dan menerapkannya dalam mengatasi masalah-masalah didunia nyata.
  • Penciptaan pengetahuan: menciptakan pengetahuan baru untuk membangun masyarakat yang sukses dan sejahtera, baik sebagai warga negara maupun pekerja.