Senin (16/3), Program Pelatihan Pelatih Master Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar Papua menjadi momentum awal dimulainya rangkaian program “GPFD 2015–2016” dengan tema besar “Peningkatan Kapasitas Pendidikan di Tanah Papua”. Para peserta program pelatihan ini disiapkan untuk menjadi pelatih-pelatih bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah dasar di Papua.

Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka dengan pemukulan tifa oleh Sekretaris Daerah (SEKDA) Provinsi Papua, Bapak Henry T.A. Dosinaen, di Sasana Krida, Kantor Gubernur Prov. Papua. Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan selama 10 hari (16–28 Maret 2015 bertempat di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kotaraja, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Acara pembukaan dihadiri oleh para pimpinan dari lembaga-lembaga terkait, yaitu: Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Elias Wonda, S.Pd, MH; Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsis Papua, Protasius Lobya; Kepala Bidang Pendidikan dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Laorens Wantik; Director of International Program Government – University of Sunshine Coast (IPG-USC), Prof. William Rodney (Bill) Carter, Ph.D, sekaligus mewakili DFAT; Chairman of WTA, Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D; Managing Director of WTA, Ir. Eka T.P. Simanjuntak, MM.

Panitia pelaksana kegiatan pelatihan ini (tim GPFD), terdiri dari 12 orang yang berasal dari  USC, WTA, dan tim Dinas Pendidikan Provinsi Papua. Peserta pelatihan berjumlah 58 orang, terdiri atas 18 orang kepala sekolah dan 40 orang guru SD. Mereka berasal dari beberapa kabupaten/kota di Papua, yaitu: Kota Jayapura, Jayawijaya, Lanny Jaya, Nabire, Biak, Mimika, dan Kabupaten Jayapura. Peserta pelatihan dipilih berdasarkan keterwakilan dari 5 Region sasaran lokakarya dan komitmen mereka untuk menjadi pelatih serta kesediaan untuk berbagi pengetahuan dengan guru–guru lain di Papua.

Program pelatihan ini juga melibatkan beberapa guru Papua yang telah menempuh pendidikan Master/S2 pada bidang TESOL (Teaching English as a Second Language) di USC, Australia, yaitu: Jhil Lahallo, Susie Ansanay, Maria Bala, dan Mary Wambrauw. Tugas mereka adalah menjadi pendamping para pelatih USC sekaligus penterjemah selama kegiatan pelatihan tersebut berlangsung.

Acara pembukaan pelatihan berlangsung dengan lancar dan semua pihak yang terlibat dalam acara ini optimis kegiatan pelatihan akan berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan “Pelatih Master” Kepala Sekolah dan “Pelatih Master” Guru Sekolah Dasar yang berkualitas, mumpuni dan memiliki komitmen kuat dalam peningkatan kapasitas pendidikan di Papua. (baca lanjutannya: Kuliah Tamu dan Acara Penutupan Pelatihan Master Pelatih Kepala Sekolah dan Guru SD Papua).

Reporter: Rona Rumsarwir
Editor: Admin

share it...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail