Pembelajaran saintifik 4T

Sistem pembelajaran berbasis 4t dirancang khusus oleh Bapak Willi Toisuta untuk dapat meningkatkan ‘kapasitas belajar’ anak didik. Dengan sistem ini, kemampuan berpiki anak didik distimulasi dan didorong ke tingkat yang optimal. Rasa keingintahuan anak didik dirangsang sedemikian rupa, anak didik didorong untuk menelaah-meneliti-mengklarifikasi temuan berdasarkan kaidah kebenaran ilmu pengetahuan. Akhirnya anak didik akan mengkomunikasikan kebenaran ilmu yang ditemukan, sebagai pertanggungjawaban ilmiah atas apa yang ia temukan. Model pembelajaran 4T terdiri dari 4 tahap yang bersifat sekuensi yaitu TELAAH, TELITI, TATA, TUTUR.

Dengan membiasakan pembelajaran diawali dengan tahap TELAAH, siswa terbiasa merumuskan masalah dan pertanyaan tentang topic yang sedang ia pelajari. Siswa mengkaji sumber-sumber informasi yang relevan untuk mendapatkan hipotesis atau pemahaman teoretik awal. Hipotesis yang ada kemudian dibuktikan kebenaran dan kesalahannya pada tahap TELITI, di mana siswa dibimbing melaksanakan ekxperimental dengan metode ilmiah yang relevan.

Hasil penelitian selanjutnya di-TATA, dimantapkan dengan diskusi, workshop, dam debat ilmiah, di mana siswa mengkomunikasikan hasil penelitiannya kepada kelompok reka sejawat dan gurunya. Siswa lain dapat menyanggah atau mendukung hasil penelitian rekannya berdasarkan temuan penelitiannya sendiri.

Seluruh hasil belajar itu akan dipertanggungjawabkan siswa dengan men-TUTUR-kannya kepada public melalui publikasi atau produk-produk inovatif. Publikasi dapat dilakukan melalui konferensi, seminar, dan lomba karya ilmiah, sedangkan produk-produk inovatif dapat didorong pengembangannya dengan dukuan sponsor. Sekolah dapat merancan kegiatan periodik seperti perayaan ulang tahun sekolah atau pecan ilmiah untuk mendorong dan mewadahi ekspresi imliah seluruh warga sekolah.