Pada hari Senin, 2 Agustus 2010, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, University of the Sunshine Coast, dan Universitas Kristen Satya Wacana, Willi Toisuta & Associates membuka “Pelatihan Metodologi Pembelajaran Guru SBI Provinsi Papua Barat” di Ruang Probowinoto, Gedung G UKSW, Salatiga.

Kegiatan ini dihadiri Edison Ompe (Kasie Dikti Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat), Ferdy Rondonuwu (Pembantu Rektor UKSW Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat), para staf pengajar pelatihan yang terdiri dari dosen bahasa Inggris dan sains dari UKSW, dan 19 dari 20 guru yang terpilih menjadi peserta pelatihan ini berdasarkan hasil seleksi di Manokwari, Fakfak, dan Sorong pada 14-21 Juni 2010.

Dalam sambutannya mewakili WTA, Dharma Palekahelu mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan guru-guru di Papua Barat untuk menyelenggarakan sekolah-sekolah bertaraf internasional di Papua Barat. “Pelatihan ini adalah salah satu wujud intervensi WTA untuk mewujudkan pendidikan bertaraf internasional yang baik di Papua Barat,” kata Dharma.

Pelatihan yang akan berlangsung selama tiga bulan hingga 23 Oktober 2010 ini bermaksud meningkatkan kompetensi pedagogis guru-guru peserta pelatihan dalam menyampaikan bahan ajar SBI. Materi-materi pelatihan terdiri dari matapelajaran matematika, fisika, kimia, biologi, dan bahasa Inggris.

Untuk membuka peluang bersaing bagi SBI Papua Barat di forum internasional, WTA menggandeng salah satu universitas di negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), yaitu University of the Sunshine Coast, Queensland, Australia. Para peserta pelatihan ini diproyeksikan untuk mengikuti kursus guru SBI dan magang di Queensland yang telah digagas WTA bersama Faculty of Science, Health, and Education USC sejak 2007 lalu.

Edison Ompe berharap guru-guru peserta pelatihan ini memanfaatkan dengan baik kesempatan yang diberikan Dinas Pendidikan Papua Barat. Dari sekian banyak guru di Papua Barat, hanya guru-guru dari sekolah di Manokwari, Fakfak, dan Sorong yang dipilih untuk diikutkan pelatihan ini, karena menurut Ompe tiga kabupaten ini yang rencananya akan merintis program SBI di Papua Barat.

“Tadinya kita guru biasa. Setelah tiga bulan di pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan ini dapat menunjukkan kualitas guru bertaraf internasional,” kata Ompe.

Dalam sambutannya mewakili UKSW, Ferdy Rondonuwu mengatakan bahwa kerjasama antara UKSW dan WTA untuk melaksanakan pelatihan ini merupakan salah satu bagian dari tugas pengabdian masyarakat UKSW sebagai perguruan tinggi yang berada di tengah masyarakat. “Kami berterima kasih sudah dipercaya WTA untuk dilibatkan dalam kegiatan ini,” kata Ferdy.

share it...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail