Setelah melalui seleksi calon guru SMP/SMA bertaraf internasional Provinsi Papua, pada 30 September 2011 terpilih 16 orang guru Papua yang akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris selama 11 minggu di kampus Indonesia Australia Language Foundation Bali, Denpasar. Ke-16 guru tersebut berasal dari 6 kabupaten di Provinsi Papua, yaitu 6 orang dari kabupaten Jayapura, 3 orang dari kabupaten Jayawijaya, 4 orang dari kabupaten Merauke, 1 orang dari kabupaten Nabire, dan 1 orang dari kabupaten Boven Digoel.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dasar, baik lisan maupun tulisan, dan meningkatkan profesionalisme para guru dalam proses belajar-mengajar di kelas. Selama menjalani pelatihan, para guru akan dibimbing oleh dua pengajar, yaitu native speaker dan pengajar lokal. Setiap minggunya, kegiatan pelatihan dilaksanakan selama lima hari dari Senin hingga Jumat, mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WITA. Sedangkan untuk hari Sabtu, para guru diperbolehkan mempergunakan fasilitas resource center untuk program belajar mandiri.

Metode pengajaran dalam pelatihan ini didasarkan pada prinsip-prinsip: needs-oriented (berorientasi pada kebutuhan lembaga dimana peserta bernaung), learner-centered (berpusat pada kebutuhan tiap peserta), learning-centered (berpusat pada pembelajaran tiap peserta), dan task-based (berbasis tugas). Para peserta akan dinilai menggunakan metode evaluasi berlanjut yang meliputi prestasi dan motivasi peserta dalam kelas, tingkatan dari rangkaian tugas yang digabungkan dalam program pembelajaran, dan akhir dari tes secara keseluruhan yang terdiri dari tes bicara, mendengar, dan menulis.

Pelatihan akan berlangsung pada 3 Oktober hingga 16 Desember 2011, diawali dengan acara pembukaan yang dilaksanakan di kampus IALF Bali. Acara ini dihadiri oleh Jacob Hutubessy (staf Seksi Pengembangan Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua), Irwanti Sarewo (Kepala Seksi Pembinaan Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua), Caroline Bentley (manajer IALF Bali), Vladimir Pejovic (manajer akademik IALF Bali), Candra Dewi (program officer IALF Bali), dan ke-16 orang calon guru SMP/SMA bertaraf internasional Papua.

Usai pembukaan, para guru melakukan tur keliling kampus IALF Bali untuk mengetahui seluruh ruang kampus, termasuk resource center berfasilitas komputer, internet, dan buku-buku, serta berkenalan dengan para pengajar. Setelah para guru menyelesaikan kursus bahasa ini, mereka akan berangkat ke Australia untuk menjalani pengayaan kurikulum, pedagogi, dan teknologi informasi-komunikasi di University of the Sunshine Coast, Queensland, selama 10 minggu.

share it...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail