Lokakarya Kepala Sekolah & Guru Sekolah Dasar Papua Region IV Merauke, 26 Oktober s/d 5 November 2015

Pada akhir tahun ini, Lokakarya Program GPFD berlangsung di Region IV Merauke. Lokakarya Kepala Sekolah dan Guru ini dimulai tanggal 26 Oktober hingga 5 November 2015, bertempat di kampus Kolese Pendidikan Guru (KPG) Khas Papua, Jalan Dorem – Buti, Merauke.

Acara pembukaan lokakarya dilaksanakan pada hari Senin, 26 Oktober 2015 pukul 09.00 – 10.30 WIT di Aula Utama KPG Khas Papua, Merauke. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bpk Agustinus Djoko Guritno, Asisten I Pemerintah Kabupaten Merauke, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Merauke beserta jajarannya. Acara pembukaan ini dihadiri oleh Bpk Laurens Wantik sebagai Kepala Bidang PK & LK, mewakili Dinas Pendidikan Provinsi; Dr. James Modouw, staf ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang juga adalah salah satu nara sumber; Bpk Eka Simanjuntak dari WTA, dan wakil dari beberapa instansi lain di Merauke.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Bpk James Modouw, yaitu tentang Kepemimpinan Pendidikan Khas Papua dan Keragaman Budaya. Setelah itu acara dilanjutkan dengan mendengarkan presentasi dari Bpk John Rahail, pendiri sekolah kampung di Beneraf, Sarmi, tentang program – program pembelajaran sekolah kampong.

Tim GPFD secara khusus mengundang Bpk Christian Sohilait, MT, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya, untuk berbagi pengalaman tentang program – program pendidikan yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan di kabupaten Lanny Jaya.

Selanjutnya lokakarya dilanjutkan dengan berbagai kegiatan dengan topik – topik sebagai berikut:

  • PROFESIONALISME GURU – (melakukan refleksi)
  • MENGGUNAKAN BERBAGAI PERANGKAT DALAM MELAKUKAN KEGIATAN REFLEKTIF
  • BAGAIMANA SISWA KITA BELAJAR
  • KEBERAGAMAN DAN INKLUSI
  • STRATEGI BELAJAR MENGAJAR DAN BEKERJA BERSAMA DENGAN SISWA (TEAMWORK)
  • PENGGUNAAN BAHAN AJAR
  • MEMBUAT BAHAN AJAR UNTUK PELAJARAN SAINS DAN MATEMATIKA
  • MEMBUAT BAHAN AJAR UNTUK PELAJARAN LITERASI DENGAN BAHASA IBU
  • STRATEGI PENILAIAN HASIL KERJA SISWA
  • PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN

Lokakarya ini diikuti oleh sebanyak 160 orang peserta yang terdiri dari 53 orang kepala sekolah dan 107 guru dan calon guru.

GPFD_Region_Merauke_01

GPFD_Region_Merauke_02


GPFD_Region_Merauke_03


Program Government Partnership for Development (GPFD) Papua adalah Program Peningkatan Kapasitas para pelaku pendidikan di Propinsi Papua, terutama Kepala Sekolah dan Guru – guru Sekolah dasar (SD) dari seluruh Kabupaten di Papua. Program ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota se-Papua, The University of The Sunshine Coast (USC), The Willi Toisuta and Associates (WTA) dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affaisrs and Trade (DFAT).

Persiapan Pendirian Pusat Studi Pengolahan Hasil Pertanian

Hari Sabtu, 7 November 2015, bertempat di ruang rapat kantor The Willi Toisuta and Associates (WTA), telah dilaksanakan pertemuan antara WTA dan Czech University of The Life Sciences (CULS). Agenda pertemuan ini adalah tentang persiapan pendirian Pusat Studi Pengolahan Produk-Produk Hasil Pertanian (Research Centre for Processing of Agricultural Products). Pusat penelitian ini akan diinisiasi oleh WTA dan CULS yang nantinya akan melibatkan berbagai institusi perguruan tinggi dan perusahaan/industri yang memiliki ketertarikan dan kepedulian terhadap pengolahan produk-produk pertanian lokal Indonesia.

Dalam pertemuan ini The Willi Toisuta and Associates mengundang beberapa peneliti senior dan pimpinan perguruan tinggi untuk memberikan pandangan tentang rencana ini. Pertemuan ini dihadiri oleh Prof. Willi Toisuta, Prof. David Herak PhD (Wakil Dekan Hubungan Internasional CULS), Leenawaty Limantara PhD, Prof. John FoEh, Ferry F. Karwur PhD, Bapak Eka T. P. Simanjuntak (Managing Director The Willi Toisuta and Associates) beserta tim dari WTA dan CULS.

Pusat Studi Pengolahan Produk Hasil Pertanian ini memiliki visi jangka panjang dan dikelola secara berkelanjutan. Tujuan Pusat Studi ini adalah untuk memecahkan masalah-masalah yang terkait dengan pengolahan produk pertanian agar kualitas produk-produk pertanian Indonesia dapat ditingkatkan. Studi-studi yang dilakukan Pusat Studi ini akan mencakup seluruh rantai produksi pertanian seperti bibit, budidaya, panen, pasca panen (transportasi, penyimpanan dan pengolahan). Sasaran utama dari penelitian ini akan difokuskan pada pengolahan produk pertanian untuk kebutuhan industri makanan, obat-obatan, kosmetik serta biofuel. Rencananya pusat studi ini akan mulai beroperasi pada awal February 2016.

Lokakarya Training Management bagi Staf Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kemendagri RI di Australia

Hari Senin, 2 November 2015, bertempat di kampus TAFE Queensland di South Bank, Brisbane, Australia, telah dilaksanakan upacara pembukaan kegiatan Lokakarya Training Manajement dengan tema “Australia Award Fellowship, Building the Capacity of MoHA Through VET” bagi staf Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Lokakarya ini berlangsung sejak 2 November s/d 20 November 2015. Peserta lokakarya akan mendapatkan beragam materi yang akan mengkaji secara menyeluruh mengenai sistem Vocational Education Traning (VET), kerangka acuan kualifikasi, lingkungan regulator seperti pembuat kebijakan, paket latihan, hingga penerapan dan penyesuaian teknologi.

Adapun hasil yang diharapkan dari lokakarya ini adalah:

  • Peningkatan ketrampilan kepemimpinan, mentoring dan perencanaan;
  • Memperkuat pemahaman mengenai sistem Pelatihan Kejuruan (VET) yang efektif;
  • Memperkaya pemahaman mengenai sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang relevan;
  • Peningkatan pemahaman tentang manajemen fasilitas training yang efektif;
  • Menyusun Rencana Kerja (PoA) yang akan menjadi acuan bagi peserta lokakarya dalam rangka memperkuat kinerja DIKLAT pendidikan dan pelatihan di tempat kerja.

 

Pelatihan Tafe

Peserta dari Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kemendagri RI juga akan mengunjungi TAFE Queensland SkillsTech yang merupakan tempat latihan teknis dalam hal otomotif, bangunan dan konstruksi, dll.

Kegiatan ini adalah kerjasama antara The Willi Toisuta & Associates (WTA), Pemerintah Australia (Departmen of Foreign Affairs and Trades), TAFE Queensland dan BPSDM Kementrian Dalam Negeri.

Pelatihan Kepala Sekolah, Guru SD dan Pengawas Sekolah Region IV – Merauke

Hari Senin, 26 Oktober 2015, bertempat di aula Kolese Pendidikan Guru (KPG) Khas Papua, di jalan Dorem-Buti Merauke, telah dilaksanakan upacara pembukaan kegiatan workshop/pelatihan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Guru-guru Sekolah Dasar dari berbagai wilayah di Region IV – Merauke. Kegiatan pelatihan akan berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 26 Oktober  s/d 5 November 2015.

 

CFDP Merauke 1

 

Upacara pembukaan dihadiri oleh Bapak Joko Guritno (Asisten I Pemda Kabupaten Merauke), mewakili Bupati Kabupaten Merauke, Bapak Johannes Samkaykay (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke), prof. Bill Carter (Direktur IPG dari University of The Sunshine Coast), Bapak Eka T. P. Simanjuntak (Managing Director The Willi Toisuta and Associates), dan para pengajar dan guru-guru alumni dari The University of The Sunshine Coast, Australia.

Workshop/pelatihan ini merupakan bagian dari program Government Partnership for Development (GPFD) yang didanai bersama oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Daerah Provinsi Papua, yang rencananya akan melatih lebih kurang 1500 pendidik di seluruh Provinsi Papua.

Lokakarya Kepala Sekolah, Guru Sekolah Dasar, Staff Dinas Pendidikan dan Pengawas Sekolah Region Wamena

pelatihan guru kepala sekolah wamena

Pada tanggal 14 September 2015 bertempat di Gedung Ukumiarek Asso, Wamena, telah dilaksanakan Upacara Pembukaan Lokakarya Kepala Sekolah, Guru Sekolah Dasar, dan Pejabat Dinas Pendidikan serta Pengawas Sekolah Region 3 Wamena. Lokakarya ini merupakan bagian dari Program Government Partnership for Development (GPFD) yang dilaksanakan atas kerjasama anatara Dinas Pendidikan Provinsi Papua, University of the Sunshine Coast (USC) dan the Willi Toisuta & Associates (WTA).

Lokakarya ini diikuti oleh Kepala Sekolah, Guru, staff Dinas Pendidikan dan Pengawas Sekolah dari tujuh kabupaten pada area Pegunugan Tengah yaitu: Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Yahukimo, Yalimo, Mamberamo Tengah dan Nduga. Para peserta terdiri dari 100 orang Guru SD, 60 orang Kepala Sekolah, dan 22 orang Pengawas Sekolah dan Staf Dinas Pendidikan. Total peserta lokakarya berjumlah 182 orang.

Lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Jayawijaya, Bapak Tunggul Busono, didampingi Prof. William Rodney Carter (Director IPG–USC), dan Bapak Eka Simanjuntak, MM. (WTA).
pelatihan guru kepala sekolah wamena

Selama 10 hari, para peserta lokakarya akan dipandu oleh:

Tim akademik dari USC yaitu: Mr. Tonny Richardson, Mr. Jeff Hay, Mr. Brian Collins, Dr. Sharn Donnison, Mr. Chris Dann, Mrs. Chris Rita Gilmore, Mrs. Hayley.

Tim Master Teachers Papua yang merupakan alumni USC yaitu: Ibu Yuliwati Madu, Bpk Ferdinand Laumal, Sdri. Elizabeth D.B. Iriawati, Ibu Susanti Ansanay, Ibu Maria Wambrauw, Ibu Maria Balla.

Pelatih Master Kepala Sekolah dari area Pegunungan Tengah yaitu: Ibu Ida C.T Sadi, Bpk Kosman Kogoya, Bpk Andreas Yoman.

Pelatih Master Guru SD dari area Pegunungan Tengah yaitu: Ibu Lisna Hartati, Ibu Benedikta Ndiken, Ibu Neli Nawipa, Ibu Yeleke Maryke Asabo, Bpk Efrem Yerwuan, Ibu Elsa Uduas, Bpk Elius Wantik.

Lokakarya ini juga mengundang beberapa pembicara tamu seperti Bapak Dr. James Modow, mantan Kepala Dinas Propinsi Papua yang sekarang menjabat posisi sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Pusat Daerah, yang menyampaikan 2 materi tentang ‘Mengkreasi Komunitas Sekolah dan Keterlibatan Budaya’ dan ‘Menanggapi Keragaman Budaya dan Siswa dan Panduan Adaptasi Sosial Budaya bagi Sekolah di Papua’. Bapak John Rahail yang menyampaikan materi tentang ‘Sekolah Kampung di Papua’ dan Ibu Dr. Sylvia Primulawati Soetantyo, dosen keguruan di Universitas Pelita Harapan, Jakarta, yang membawakan materi tentang ‘Strategi Belajar dan Pembelajaran’.

Pada hari terakhir, kegiatan lokakarya ini ditutup oleh SekDa Lanny Jaya mewakili seluruh Muspida dan SKPD dari 7 kabupaten asal peserta.

 

Laporan Penelitian: Evaluasi TIK dalam Pendidikan di Provinsi Papua

Penelitian-TIK-di-Papua

Deskripsi Singkat Pelaksanaan Penelitian

Tempat & Waktu Pelaksanaan

Papua, 2014 – 2015

Lembaga yang bertanggung jawab

  1. Australian Council for Educational Research (ACER)
  2. University of the Sunshine Coast (USC)
  3. Willi Toisuta and Associates (WTA)

Atas nama Cambridge Education untuk the Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP).

Anggota tim peneliti dan penyusun laporan

  1. ACER: Dr. Susanne Owen (Team Leader)
  2. University of Sunshine Coast: John Hunt
  3. Willi Toisuta and Associates (WTA): Ir. Eka Simanjuntak, MM., Prof. Eko Sediyono, Prof. Prapto Yuwono, Dr. Sri Yulianto, Dr. Wigati Yektiningtyas-Modouw

Anggota tim lapangan

  1. Koordinator Lapangan: Dr. Dharma Palekahelu
  2. Koodinator Kabupaten: Fransisca Saklil (Merauke & Boevendigul),  Kristian Laheba (Nabire & Deiyai), Lisiard Dimara (Jayapura & Keerom), Rudolf Mandowen (Supiori), Resmin Kogoya (Lanny Jaya)
  3. Koordinator Pengumpul Data, Entry Data dan Cleaning Data: Jerry F. Langkun
  4. Administrasi dan Logistik: Eva Hutauruk (Koordinator), Bahagia Bukit (Logistik), Elvi Ginting (Akunting)

Judul Penelitian

“Evaluasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan di Provinsi Papua”

Tujuan dan Fokus Penelitian

Tujuan utama dari studi ini adalah:

  1. Untuk mengukur efektivitas TV-Edukasi dan program TIK lainnya di Papua dan melihat dampaknya terhadap hasil belajar anak-anak sekolah dan pelajar dewasa; dan
  2. Untuk membuat rekomendasi bagi perencanaan TIK di pendidikan ke depan.

Fokus penelitian pada TV-E dan program-program TIK lainnya, evaluasi meliputi:

  1. Penilaian awal tentang ketersediaannya secara geografis dan daya jangkau infrastruktur TIK di Papua (area studi 1);
  2. Evaluasi yang sistematis tentang program-program TIK yang terkait dalam rangka untuk menguji
    pembangunan sistem dan pelaksanaan program (studi area 2); dan
  3. Evaluasi TV-E dan Program TIK lainnya, untuk memperkirakan dampak dari program tersebut
    (area studi 3).

Laporan Penelitian

Keterangan: klik ikon “pop-out” di pojok kanan atas untuk menampilkan full screen (layar penuh)

[gview file=”http://wta.co.id/wp-content/uploads/ACDP-045-ICT-Papua-IND-7-Oct-2015.pdf”]

Short Course bagi Peneliti dan Staf Balitbang Kemendagri RI di Australia

shortcourse 1
Pada hari Senin, 28 September 2015, bertempat di kampus University of the Sunshine Coast (USC), Queensland, Australia, telah dilaksanakan acara pembukaan short course ‘Strengthening Research Capacity to Enhance Democracy, Decentralized Governance and Development in Indonesia’.

Short course ini diikuti oleh 17 Peneliti dan Staf Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, kegiatan akan berlangsung selama lebih kurang 5 minggu. Tiga minggu pertama peserta akan mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus USC, Queensland dan 2 minggu berikutnya di Australian National University, Canberra, Australia.

Beberapa topik yang akan dipelajari adalah sebagai berikut;

  1. Scoping and Significance, Research Questions and Literature Review
  2. Research Methodology
  3. Case Studies
  4. Qualitative-bigger Scale and Collaborative
  5. Qualitative-national/state Level
  6. Photovoice: an innovative data collection method for social research
  7. Participants observation as a data collection methodology in social research
  8. Information Intelligence
  9. Data Collection
  10. Designing Online Survey
  11. Data Analysis

Selain mengikuti perkuliahan di USC, Quensland dan Australian National University, Canberra, Peneliti & Staf Balitbang Kemendagri RI juga akan mengunjungi Australian Biro of Statistic, Australia Parliament House dan beberapa lembaga di Australia yang berhubungan dengan research.

Program ini terselenggara berkat kerjasama antara The Willi Toisuta & Associates, Indonesia (WTA); The Sunshine Coast University, Australia (USC) dan Balitbang Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh Pemerintah Australia (DFAT) melalui Program Australia Award Fellowship.

shortcourse 4

shortcourse 3

shortcourse 2