Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menjadikan Ambon sebagai pusat pertumbuhan pendidikan di Maluku harus disertai dengan perhatian serius Pemkot Ambon terhadap dinamika dunia pendidikan di daerah ini serta diperkuat dengan penerbitan peratuan daerah (perda).

Konsultan pendidikan kota Ambon, Eka Simanjuntak, pada hari Kamis 20 September mengatakan, master plan pendidikan kota Ambon yang sementara disusun merupakan gambaran riil kebutuhan dunia pendidikan kota Ambon kini dan nanti. Diharapkan Pemkot Ambon dapat merumuskan master plan tersebut dalam sebuah perda tentang pendidikan.

“Harus diperdakan jika Pemkot Ambon merasa pendidikan itu penting. Selama ini pendidikan tidak pernah diperdakan. Ini penting demi kemajuan pendidikan di daerah ini,” katanya.

Menurut Simanjuntak, masih banyak yang harus dibenahi Pemkot Ambon dan semua stakeholder pendidikan di daerah ini guna mewujudkan kota Ambon sebagai pusat pendidikan di Maluku, mulai dari sarana dan prasarana, manajemen, kualitas tenaga pengajar hingga database pendidikan yang dinilainya masih minim.

Ditambahkannya, jumlah tenaga guru di Ambon saat ini masih sangat banyak yang mengenyam pendidikan sarjana. Untuk SMA jumlah guru yang sarjana baru mencapai 30 persen, SMP mencapai 40 persen, dan yang lebih memprihatinkan adalah kondisi guru SD yang hampir mencapai 90 persen hanya tamatan D2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

“Rata-rata guru SD merupakan tamatan D2 yang adalah mahasiswa buangan yang tidak lulus seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri,” ujarnya.

Ditanya keyakinannya master plan pendidikan yang dibuat akan dirumuskan dalam perda, Simanjuntak mengatakan, sangat tergantung seberapa jauh kepedulian Pemkot Ambon menganggap pendidikan itu sebagai suatu yang penting dan vital.

Sumber: Radio Baku Bae

share it...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail