Kuliah Umum, Pelatihan & Penutupan Pelatihan Pelatih Master Kepala Sekolah dan Guru SD Papua

Pelatihan Master Pelatih Guru SD Papua

LPMP Kotaraja, 16 – 28 Maret 2015.

Pelatihan untuk Pelatih Master Kepala Sekolah dan Guru SD Papua yang dilaksanakan di LPMP Kotaraja, Kabupaten Jayapura, terdiri dari 2 kelas belajar, kelas Kepala Sekolah dan kelas Guru SD. Pada materi tertentu 2 kelas ini digabung menjadi 1 kelas belajar. Guru-guru Papua pendamping dan penterjemah pelatih USC juga dibagi menjadi 2 kelompok untuk mendampingi masing-masing program pelatihan. Program pelatihan berlangsung selama 10 hari, dimulai jam 9 pagi dan berakhir pada jam 4 sore.

Dalam kegiatan pelatihan ini, peserta mendapatkan materi-materi pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan mereka dalam bidang: pedagogik, kurikulum dan ICT, metode pembelajaran orang dewasa, perencanaan proses belajar, pelatihan guru/kepala sekolah, pengelolaan sekolah, keterlibatan masyarakat sekolah, serta kepemimpinan dan manajemen dalam bidang pendidikan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan  materi tambahan berupa kuliah umum dengan pembicara utama mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Papua, Bapak James Modouw dan Bapak John Rahail (dosen di Universitas Cendrawasih Papua dan pendiri Institut Pengembangan dan Pemberdayaan Masyrakat Papua). Bapak James Modouw menyampaikan kuliah umum tentang Pendidikan dan Kebudayaan serta Manajemen. Sedangkan Bapak John Rahail memberikan kuliah umum tentang “Sekolah Kampung” yang didirikan dan dijalankan beliau bersama dengan masyarakat setempat di Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi. Program belajar mengajar di Sekolah Kampung ini mengangkat nilai–nilai kearifan lokal dan belajar dari lingkungan alam sekitarnya. Selain itu, pengajar dan peserta juga berkesempatan mengunjungi SMP N 5 Jayapura di Entrop, salah satu sekolah yang menjadi contoh dalam lingkungan Kota Jayapura.

Kegiatan pelatihan berakhir pada tanggal 28 Maret 2015. Dalam acara penutupan pelatihan, dilakukan pembagian sertifikat kepada peserta pelatihan dan menjadi “master pelatih”, juga diberikan sertifikat untuk guru pendamping pengajar (interpreter). Sertifikat diberikan oleh Ibu Y. Enembe, istri Gubernur Provinsi Papua, yang juga adalah Bunda PAUD Papua, didampingi Bapak Protasius Lobya (Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua), Bapak Eka Simanjuntak (WTA), Bapak Laorens Wantik (Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi), Mr. Bill Carter (IPG USC), Mr. Tony Richardson (Koordinator tim pengajar kepala sekolah), dan Ms/Mrs Sharn Donnison (Koordinator tim pengajar guru SD).

Acara pelatihan ditutup oleh Ibu Y. Enembe, yang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada DFAT dan IPG-USC yang telah bersedia datang ke Papua dan membuat program ini untuk memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada kepala sekolah dan guru SD di Papua untuk memajukan pendidikan di provinsi Papua. Beliau juga tidak lupa berpesan kepada para Pelatih Master (Master Coaches) untuk dapat memberikan dan membagikan pengetahuan kepada para rekan kerja dan dapat menerapkan pula di sekolah dan satuan pendidikan di daerah masing–masing.

Kegiatan pelatihan ini sudah berlangsung dengan lancar dan semua peserta telah mengikuti seluruh sesi pelatihan. Pihak penyelenggara optimis bahwa kegiatan pelatihan telah menghasilkan “Pelatih Master” Kepala Sekolah dan “Pelatih Master” Guru Sekolah Dasar yang berkualitas, mumpuni dan memiliki komitmen kuat dalam peningkatan kapasitas pendidikan di Papua.

Ikuti berita Program GPFD 2015 – 2016 berikutnya: Lokakarya Kepemimpinan Kepala Sekolah & Guru SD Region I Jayapura.

Reporter: Rona Rumsarwir
Editor: Admin

Pembukaan Pelatihan bagi Pelatih Master Kepala Sekolah dan Guru SD Papua

Senin (16/3), Program Pelatihan Pelatih Master Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar Papua menjadi momentum awal dimulainya rangkaian program “GPFD 2015–2016” dengan tema besar “Peningkatan Kapasitas Pendidikan di Tanah Papua”. Para peserta program pelatihan ini disiapkan untuk menjadi pelatih-pelatih bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah dasar di Papua.

Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka dengan pemukulan tifa oleh Sekretaris Daerah (SEKDA) Provinsi Papua, Bapak Henry T.A. Dosinaen, di Sasana Krida, Kantor Gubernur Prov. Papua. Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan selama 10 hari (16–28 Maret 2015 bertempat di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kotaraja, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Acara pembukaan dihadiri oleh para pimpinan dari lembaga-lembaga terkait, yaitu: Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Elias Wonda, S.Pd, MH; Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsis Papua, Protasius Lobya; Kepala Bidang Pendidikan dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Laorens Wantik; Director of International Program Government – University of Sunshine Coast (IPG-USC), Prof. William Rodney (Bill) Carter, Ph.D, sekaligus mewakili DFAT; Chairman of WTA, Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D; Managing Director of WTA, Ir. Eka T.P. Simanjuntak, MM.

Panitia pelaksana kegiatan pelatihan ini (tim GPFD), terdiri dari 12 orang yang berasal dari  USC, WTA, dan tim Dinas Pendidikan Provinsi Papua. Peserta pelatihan berjumlah 58 orang, terdiri atas 18 orang kepala sekolah dan 40 orang guru SD. Mereka berasal dari beberapa kabupaten/kota di Papua, yaitu: Kota Jayapura, Jayawijaya, Lanny Jaya, Nabire, Biak, Mimika, dan Kabupaten Jayapura. Peserta pelatihan dipilih berdasarkan keterwakilan dari 5 Region sasaran lokakarya dan komitmen mereka untuk menjadi pelatih serta kesediaan untuk berbagi pengetahuan dengan guru–guru lain di Papua.

Program pelatihan ini juga melibatkan beberapa guru Papua yang telah menempuh pendidikan Master/S2 pada bidang TESOL (Teaching English as a Second Language) di USC, Australia, yaitu: Jhil Lahallo, Susie Ansanay, Maria Bala, dan Mary Wambrauw. Tugas mereka adalah menjadi pendamping para pelatih USC sekaligus penterjemah selama kegiatan pelatihan tersebut berlangsung.

Acara pembukaan pelatihan berlangsung dengan lancar dan semua pihak yang terlibat dalam acara ini optimis kegiatan pelatihan akan berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan “Pelatih Master” Kepala Sekolah dan “Pelatih Master” Guru Sekolah Dasar yang berkualitas, mumpuni dan memiliki komitmen kuat dalam peningkatan kapasitas pendidikan di Papua. (baca lanjutannya: Kuliah Tamu dan Acara Penutupan Pelatihan Master Pelatih Kepala Sekolah dan Guru SD Papua).

Reporter: Rona Rumsarwir
Editor: Admin

Pelatihan dan Workshop 4T bagi Guru TK/PAUD & SD Yayasan BPK GKP Bandung

Pada tanggal 23 – 26 Oktober 2014, bertempat di Radiant Villas & Function Hall, Lembang-Jawa Barat, telah berlangsung kegiatan Pelatihan dan Workshop 4T-WTA bagi Guru-Guru TK/PAUD & SD Yayasan Badan Pendidikan Kristen Gereja Kristen Pasundan (YBPK-GKP) Bandung. Kegiatan ini dikuti oleh 44 orang peserta yang merupakan perwakilan dari 14 KPS (Komisi Pembantu Setempat) YBPK-GKP, yakni: Bandung, Bekasi, Cideres, Cikembar, Cimahi, Garut, Jati Asih, Jatiranggon, Karawang, Kp Sawah, Lembang, Purwakarta, Rangkas, dan Sukabumi.

Kegiatan ini adalah kelanjutan dari kegiatan pelatihan yang sudah beberapa kali diselenggarakan oleh Yayasan Badan Pendidikan Kristen Gereja Kristen Pasundan Bandung (YBPK GKPB), bekerja sama dengan PT. Wacana Tata Akademika (WTA). Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi para peserta dalam pengelolaan proses pembelajaran dengan model 4T-WTA (TELAAH, TELITI, TATA, dan TUTUR). Model pembelajaran 4T ini sebagaimana dimaksudkan oleh penggagasnya Prof. DR. (H.C.) Willi Toisuta, Ph.D. adalah model yang dipercaya mampu meningkatkan kapasitas belajar peserta didik sampai ke tingkat yang optimal.

Kegiatan Pelatihan dan Workshop dipandu oleh sejumlah fasilitator yaitu: Ir. Eka Simanjuntak, M.M., Misiliana Riasnugrahani, M.Si., P.Si.,  Drs. Alex Mira Kaho, M.Pd., Dr. Sylvia Soetantyo, M.Ed., dan Dr. D.Palekahelu, M.Pd.

Peserta sedang mendesain mind mapping.
Peserta sedang mendesain mind mapping.

Penutupan Pelatihan Pengayaan Kurikulum, Pedagogi, ICT dan Bahasa Inggris bagi Guru-Guru Sains dan Matematika Provinsi Sulawesi Utara

Pelatihan pengayaan kurikulum, pedagogi, ICT, dan bahasa Inggris untuk guru-guru Sains dan matematika dari Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara yang dimulai tanggal 22 Oktober 2012, telah ditutup pada tanggal 14 Desember 2012. Penutupan dilaksanakan di Balairung Utama Bina Darma Training Center, Salatiga.  Dalam acara penutupan program pelatihan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan lembaga, yakni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara (DIKNAS SULUT), Pusat Penelitian Kawasan Timur Indonesia UKSW (PSKTI UKSW), dan PT. Wacana Tata Akademika (WTA). Selain perwakilan lembaga, acara penutupan ini dihadiri oleh para pengajar, tim kerja pelaksana kegiatan, dan tentunya peserta pelatihan.

Dalam laporannya,  bapak Johan tambotoh, SE., M.Sc., menyatakan bahwa setelah melihat hasil evaluasi terhadap performance peserta, maka pelatihan ini telah mencapai tujuannya. Salah satu indicator keberhasilan yang dapat dilihat adalah meningkatnya kepercayaan diri peserta berbahasa Inggris dengan sesama peserta, pengajar, dan orang asing selama proses pelatihan. Pernyataan bapak Tambotoh di atas didukung oleh fakta bahwa doa pembukaan, kesan-pesan peserta semuanya disampaikan dalam bahasa Inggris yang lancar. Selain bahasa Inggris, peserta juga mengalami peningkatan yang signifikan dalam aspek pemanfaatan internet untuk pembelajaran melalui penguasaan teknologi internet dan software-software multimedia yang mendukung terciptanya proses pembelajaran yang baik.

Peserta yang terlibat dalam pelatihan ini seluruhnya berjumlah 18 orang, terdiri dari 9 perempuan dan 9 laki-laki dengan komposisi perwakilan mata pelajaran adalah Matematika 6 orang, Kimia 4 orang, Fisika 4 orang, dan Biologi 4 orang. Sementara sebaran asal peserta pelatihan ini meliputi wilayah Kota Bitung, Kota manado, Kota Tomohon, Kab. Minahasa, kab. Minahasa Utara, Kab. Bolaang mongondow, dan kab. Sitaro.

Rektor UKSW yang diwakili oleh PR V bidang Penelitian Bapak Dr. Ferdy Rondonuwu, M.Sc, menyatakan bahwa pengembangan sumber daya pendidikan merupakan kebutuhan utama untuk meningkatkan ualitas pendidikan di SULUT, dan kerjasama UKSW, WTA, dan DIKNAS SULUT dalam program pelatihan ini merupakan salah satu jalan untuk mencapainya. Rektor berharap, pelatihan ini dapat dilanjutkan dengan lebih baik di masa yang akan datang. Gayung bersambut,. Ibu Dra. Esther Antou, MA, menegaskan bahwa: “DIKNAS SULUT siap mendukung dan mengawal pelaksanaan pelatihan tahap II untuk guru-guru Sains dan Matematika SULUT di University of the Sunshine Coast Australia pada tahun depan 2013”.

Para peserta meramaikan acara penutupan ini dengan menyanyikan lagu “Sipatokaan”, yang bercerita tentang orang Manado di perantauan yang rindu akan kampungnya. Sementara Marini Guru Kimia dari SMA N 1 Tondano menyanyikan lagu “Balada Pelaut” dengan syair yang dimodifikasi untuk mengingatkan sesama peserta agar pelatihan ini tidak menjadi sia-sia setelah meninggalkan keluarga untuk waktu yang cukup lama. Hal yang sama juga diingatkan oleh pihak WTA, agar peserta jangan berhenti berlatih, mengembangkan diri terus-menerus sehingga apa yang dipelajari tidak sia-sia. Peserta dianjurkan untuk mengembangkan sendiri kemampuan bahasa Inggris, agar ketika mengikuti pelatihan tahap II di Austalia, bahasa Inggris tidak lagi menjadi penghalang.

Acara penutupan pelatihan ini diakhiri dengan pemutaran video yang membandingkan kemampuan berbahasa Inggris mereka mula-mula dengan setelah selesai mengikuti pelatihan bahasa Inggris selama 6 minggu.

Program Pelatihan Bagi School Super Intendent and School Supervision Apparatus Timor Leste, 3 – 7 Desember 2012.

Dr (HC). Willi Toisuta, PhD

Sebagai bagian dari usaha pemerintah Timor Leste meningkatkan mutu pendidikan maka telah telah dilaksanakan Pelatihan Pengawas Sekolah yang difasilitasi oleh PT Wacana Tata Akademika. Program yang bertujuan meningkatkan kapasitas jajaran inspektorat pendidikan Timor Leste (Professional Capacity Development of School Supervision Apparatus in Timor Leste) ini diikuti oleh 13 School Superintendent dan 15 School Supervision yang terdiri dari perwakilan 13 distrik yang ada di Timor Leste. Rombongan ini dipimpin langsung oleh bapak Evaristo Maria de Jesus yang merupakan wakil Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Timor Leste.

Pembukaan Program Pelatihan Pengawas Sekolah ini berlangsung di Meeting Function Amaris Hotel – Thamrin City, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh Bapak Lisualdo Gaspar, Penasehat Kedutaan dari Kedutaan Besar Timor Leste untuk Indonesia, Bapak Dr (HC). Willi Toisuta, PhD & staf PT Wacana Tata Akademika (PT WTA). Dalam pembukaannya Bapak Lisualdo Gaspar menekankan pentingnya pelatihan ini dan alasan pemilihan Indonesia sebagai tempat belajar dikarenakan kedekatan budaya dan banyaknya jajaran kementerian pendidikan Timor Leste yang merupakan lulusan dari Perguruan Tinggi Indonesia.

The Willi Toisuta & associate merancang program ini sedemikian rupa, dimana pelatihan diawali dengan pemahaman teoretik yang disampikan oleh bapak Willi Toisuta., lalu dilanjutkan dengan mendatangi sumber informasi (pihak-pihak yang dinilai lebih memahami aspek kebijakan dan implementasi), untuk berdiskusi. Selama di Jakarta, rombongan mengunjungi beberapa lembaga ditingkat pusat maupun daerah yaitu; (1) Pusat Kurikulum dan Perbukuan Nasional (2) Badan Akreditasi Provinsi DKI Jakarta ( 3) Dinas Pendidikan Wilayah Kota Administratif Jakarta Selatan (4) Sekolah (SMA Negeri 28 dan SMK 57 yang ada di Jakarta Selatan). Di lembaga-lembaga tersebut, rombongan mendapat kesempatan mendengarkan penjelasan dan berdiskusi dengan Mr. Hendi Setiawan Zainudin, Badan Akreditasi Propinsi DKI Jakarta, Narayana Sasrawiguna, Badan Akreditasi Nasional (BAN), Mr. Eri Utomo, Pusat Kurikulum Kementrian Pendidikan RI, Mr. Suharyanto, Dinas Pendidikan kota Jakarta Selatan, Mrs. Nahdiana, SMA Negeri 28 Jakarta.

Kegiatan ini ditutup dengan kegiatan workshop untuk mengklarifikasi informasi yang dikumpulkan sekaligus membuat summary hasil pelatihan dan studi banding ini.

Program Pelatihan Bagi School Super Intendent and School Supervision Apparatus Timor Leste

Pelatihan Pengayaan Kurikulum, Pedagogi Dan ICT Bagi Guru Sains Dan Matematika Sulawesi Utara di Salatiga

pembukaan pelatihan ict 18 guru sulutPada tanggal 22 Oktober 2012 yang lalu telah  berlangsung acara pembukaan Program Pelatihan Guru Sains dan Matematika Sulawesi Utara. Acara pembukaan ini berlangsung di GedungFTI, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan dihadiri oleh Prof. John A. Titaley, Th.D (Rektor UKSW), Dra. Martha Nandari S. Handoko, MA (PR IV UKSW), Ir. Ferry F. Karwur, M.Sc, Ph.D (Dekan FIK), Andeka Rocky Tanaamah, SE, M.Cs (DekanFTI), Drs. Jubhar Mangimbulude, MSc (Ketua PSKTI), Ir. Eka TP. Simanjuntak, MM (Direktur WTA), serta Bapak Dany dan Ibu Hasye Salanga (staf Seksi Pengembangan Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara), beberapa staff pengajar USKW, dan ke-18 guru sains dan matematika Provinsi Sulawesi Utara.

Para guru ini berasal dari 8 kota/kabupaten (Kota Manado, Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kota Kotamobagu dan Kabupaten Talaud), terdiri dari 5 orang guru Matematika, 4 orang guru Fisika, 4 orang guru Biologi dan 5 orang guru Kimia. Mereka terpilih melalui proses seleksi yang dilaksanakan oleh WTA pada tanggal 10 – 14 Desember 2011 yang lalu. Mereka selanjutnya akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris, pemanfaatn TIK dalam pembelajaran, modern pedagogy dan pendalaman konten masing-masing bidang studi selama 2 bulan di Bina Darma Training Centre, Salatiga.

Ke 18 guru ini akan diusulkan untuk mendapatkan beasiswa Australian Leadership Award Fellowship (ALAF), untuk mengikuti pelatihan lanjutan di University of The Sunshine Coast, Queensland, Australia, selama 10 minggu.

Para Staf PMD Dilatih di USC Australia

Untuk meningkatkan mutu dan kapasitas balai-balai pemberdayaan masyarakat dan desa, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bekerjasama dengan Willi Toisuta & Associates dan University of the Sunshine Coast telah melaksanakan pelatihan peningkatan keahlian kepemimpinan dan manajemen pemberdayaan masyarakat dan desa bagi para pejabat, pimpinan, dan pelatih PMD.

Pelatihan berlangsung mulai tanggal 16 April 2012 di kampus USC, Queensland. Jumlah peserta 20 orang, terdiri dari pimpinan dan pelatih dari Balai Besar PMD Malang, Balai PMD Yogyakarta, Balai PMD Lampung, serta para pejabat dan pelatih dari Ditjen PMD. Karena kebutuhan peserta yang berbeda, maka pelatihan yang didanai oleh AusAID ini dibagi menjadi dua program, yakni pelatihan untuk “Senior Officials” (3 orang) selama 5 hari pertama dan pelatihan untuk “Trainers” (17 orang) selama 14 hari berikutnya.

Pelatihan bagi “Trainers” bertujuan memberikan kesempatan kepada para pelatih PMD untuk memperdalam pengetahuan dan keahlian mereka dalam pendidikan kepemimpinan strategis, pedagogi pembelajaran orang dewasa, teknologi informasi dan komunikasi, merancang dan melaksanakan penilaian, sumber belajar organisasi, dan manajemen perubahan di dalam suatu lingkungan pelatihan inklusif.

Sementara itu, kelompok “Senior Officials” lebih fokus pada level eksekutif pembuat kebijakan, manajemen pelayanan pembangunan masyarakat, perencanaan strategis, model pusat pelatihan, dan infrastruktur teknologi informasi.

Pelatihan dilakukan melalui perkuliahan, studi kasus, lokakarya, skenario di kampus, dan kunjungan lapangan ke beberapa lembaga masyarakat dan pemerintah seperti Buranga Indigenous Centre, Sunshine Coast Institute of TAFE, Sunshine Coast Regional Council, dan Coolum District Coast Care.

Pelatihan ditutup secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraeni, pada 27 April 2012. Penutupan ini juga menjadi momen penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan University of the Sunshine Coast untuk mengembangkan sistem pelatihan pemberdayaan masyarakat dan desa di Indonesia.