Kerjasama Baru WTA dan Kementrian Pendidikan Timor-Leste

Dalam rangka peninjauan kembali pengaruh dari kebijakan yang berkenaan dengan proses perencanaan, menejemen, dan juga control kualitas, kementrian Pendidikan Timor-Leste bekerjasama dengan Willi Toisuta and Associates menyelenggarakan pelatihan dalam pengembangan kualitas kelembagaan untuk institusi pendidikan tinggi (Institutional Capacity Building of Private Higher Education). Pelatihan ini diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 18 Juni sampai dengan 22 Juni 2012. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah Mr. Vasco Viana, Mr. mateus de Silveiro, Mr. Fransisco da Silva Sarmento, Mr. Mafaldo Lopes Victor dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Timor-Leste.

Pelatihan ini diselenggarakan selama lima hari dalam bentuk studi perbandingan tentang implementasi penjaminan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini dipersiapkan bagi para staff dalam kementrian untuk menginisiasi proses baru dalam hal control kualitas dalam level kelembagaan. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk mendukung dan meningkatkan pendidikan yang berkualitas dan juga institusi penelitian yang ada di Timor-Leste.

Sebagai pembukaan, pada hari pertama para peserta dari Timor Leste diterima oleh Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia, Mr. Manuel Serrano, beserta dengan Attaché Pendidikan Timor Leste, Mr. Moises da Silva. Selanjutnya, pelatihan kemudian berlangsung selama lima hari dalam bentuk workshop di beberapa instansi Kementrian Pendidikan RI seperti Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal. Selain itu, juga diadakan konsultasi dengan Badan Akreditasi Nasional-BAN PT) yang kemudian dilanjutkan dengan visitasi kampus Trisakti, Atmajaya, dan IBM ASMI untuk mengetahui implementasi dan aspek teknis dari penjaminan dan control kualitas pendidikan tinggi yang diselenggarakan di area universitas.

Inovasi Baru WTA Untuk Universitas Nusantara

Pada Desember 2011, Willi Toisuta & Associates telah diminta kesediaannya oleh Yayasan Bakti Nusantara untuk membantu pengembangan Universitas Nusantara di Manado. Sebagai langkah awal, pada 11 Mei 2012 di Hotel Quality Manado, ditandatangani nota kesepahaman antara WTA, Yayasan Bakti Nusantara, dan PT Nusantara Bakti Utama.

WTA dalam hal ini diwakili oleh Managing Partner, Eka Simanjuntak, sedangkan Yayasan Bakti Nusantara diwakili oleh Ketua Badan Pengurus Harian, Fransisca Manueke, dan PT Nusantara Bakti Utama diwakili oleh Direktur Utama, Susan Palilingan. Penandatanganan ini disaksikan oleh Willi Toisuta selaku Senior Partner WTA dan Teddy Manueke selaku Ketua Yayasan Bakti Nusantara.

Kerjasama ini merupakan “pilot project” pengembangan lembaga pendidikan tinggi dengan menggunakan skema inovasi baru dari WTA.

Para Staf PMD Dilatih di USC Australia

Untuk meningkatkan mutu dan kapasitas balai-balai pemberdayaan masyarakat dan desa, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bekerjasama dengan Willi Toisuta & Associates dan University of the Sunshine Coast telah melaksanakan pelatihan peningkatan keahlian kepemimpinan dan manajemen pemberdayaan masyarakat dan desa bagi para pejabat, pimpinan, dan pelatih PMD.

Pelatihan berlangsung mulai tanggal 16 April 2012 di kampus USC, Queensland. Jumlah peserta 20 orang, terdiri dari pimpinan dan pelatih dari Balai Besar PMD Malang, Balai PMD Yogyakarta, Balai PMD Lampung, serta para pejabat dan pelatih dari Ditjen PMD. Karena kebutuhan peserta yang berbeda, maka pelatihan yang didanai oleh AusAID ini dibagi menjadi dua program, yakni pelatihan untuk “Senior Officials” (3 orang) selama 5 hari pertama dan pelatihan untuk “Trainers” (17 orang) selama 14 hari berikutnya.

Pelatihan bagi “Trainers” bertujuan memberikan kesempatan kepada para pelatih PMD untuk memperdalam pengetahuan dan keahlian mereka dalam pendidikan kepemimpinan strategis, pedagogi pembelajaran orang dewasa, teknologi informasi dan komunikasi, merancang dan melaksanakan penilaian, sumber belajar organisasi, dan manajemen perubahan di dalam suatu lingkungan pelatihan inklusif.

Sementara itu, kelompok “Senior Officials” lebih fokus pada level eksekutif pembuat kebijakan, manajemen pelayanan pembangunan masyarakat, perencanaan strategis, model pusat pelatihan, dan infrastruktur teknologi informasi.

Pelatihan dilakukan melalui perkuliahan, studi kasus, lokakarya, skenario di kampus, dan kunjungan lapangan ke beberapa lembaga masyarakat dan pemerintah seperti Buranga Indigenous Centre, Sunshine Coast Institute of TAFE, Sunshine Coast Regional Council, dan Coolum District Coast Care.

Pelatihan ditutup secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraeni, pada 27 April 2012. Penutupan ini juga menjadi momen penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan University of the Sunshine Coast untuk mengembangkan sistem pelatihan pemberdayaan masyarakat dan desa di Indonesia.

WTA Lebarkan Sayap ke Ceko

Willi Toisuta & Associates akan segera membuka layanan bagi para pelajar Indonesia yang hendak studi di perguruan-perguruan tinggi di Ceko.

Pada tanggal 20 Maret 2012, WTA (diwakili oleh Willi Toisuta dan Eka Simanjuntak) telah menandatangani perjanjian untuk kerjasama dengan Czech University of Life Sciences (diwakili oleh Jiri Balik), Universitas Kristen Satya Wacana (diwakili oleh John Titaley), dan Yayasan Del (diwakili oleh Patuan Simatupang).

Isi perjanjian ini meliputi kerjasama dalam bidang: (1) pertukaran mahasiswa dan dosen; (2) penyelenggaraan program dual degree; (3) penelitian bersama; (4) pengembangan pusat riset di Indonesia.

Dalam waktu dekat, UKSW dan Yayasan Del akan mengirim beberapa tenaga pengajarnya untuk studi lanjut di CULS, sedangkan CULS akan mengirim beberapa mahasiswanya untuk melakukan riset dan mempelajari budaya Indonesia di UKSW dan Politeknik Informatika Del.

Penandatanganan perjanjian untuk kerjasama ini dilaksanakan di kampus CULS di kota Praha, bertepatan dengan Hari Indonesia yang digagas CULS bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Ceko.

Duta Besar Indonesia untuk Ceko, Emeria W.A. Siregar, dalam sambutannya menyatakan harapan bahwa kerjasama kependidikan yang dirintis keempat lembaga ini dapat mengisi ruang-ruang kerjasama bilateral yang telah lama dibangun Indonesia dan Ceko.

Selain dengan CULS, WTA bersama UKSW juga telah mengadakan pertemuan dengan Pavel Jech, dekan Film and TV School of the Academy of Perfoming Arts in Prague (FAMU), salah satu sekolah sinematografi tertua dan ternama di Eropa.

Di FAMU, WTA dan UKSW menjajaki kemungkinan kerjasama antara Fakultas Seni Pertunjukan UKSW dan FAMU untuk studi lanjut dosen maupun pertukaran mahasiswa.

FAMU juga mengajak WTA untuk mempromosikan FAMU International Academy Program di bidang dramaturgi, penyutradaraan, sinematografi, dan non-fiksi kepada mahasiswa Indonesia yang ingin berkuliah di Ceko.

WTA Rintis Kerjasama Dengan Czech University

Dalam waktu dekat, Willi Toisuta & Associates akan menandatangani nota kesepahaman untuk kerjasama dengan Czech University of Life Sciences dan Universitas Kristen Satya Wacana.

Rencana ini dimantapkan setelah Willi Toisuta dan Eka Simanjuntak bertemu David Herak, ketua Senat Akademik CULS, dalam jamuan makan siang di kediaman duta besar Ceko untuk Indonesia, Tomas Smetanka, 8 Februari 2012.

Dalam kesempatan itu dibicarakan berbagai peluang kerjasama di bidang pendidikan, dalam bentuk pertukaran mahasiswa, dosen, maupun pengembangan riset bersama antara perguruan tinggi di Ceko dan perguruan tinggi di Indonesia.

WTA dan Herak juga telah bertemu John Titaley, rektor UKSW, untuk mendiskusikan bentuk-bentuk kerjasama yang mungkin antara CULS dan UKSW, seperti penyelenggaraan program dual degree dengan Fakultas Biologi, pengembangan mesin-mesin pertanian dengan Fakultas Pertanian dan Bisnis, dan pengembangan studi di bidang pengolahan pangan dengan Fakultas Ilmu Kesehatan.

Nota kesepahaman untuk kerjasama ini akan ditandatangani pada 20 Maret 2012 di kampus CULS, bertepatan dengan perayaan Hari Indonesia di Praha.

Angkatan Kelima Guru Papua Belajar di Australia

Sebanyak 19 orang guru dari Papua telah tiba di Queensland untuk mengikuti program pengayaan kurikulum, pedagogi, dan teknologi informasi di University of the Sunshine Coast. Mereka akan berkuliah di kampus USC dan magang pada berbagai sekolah di Queensland hingga 30 Maret 2012.

Ini adalah angkatan guru kelima yang berhasil diberangkatkan Willi Toisuta & Associates ke Australia, bekerja sama dengan USC serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua. Dalam upacara pelepasan tanggal 19 Januari lalu di Hotel Aston Marina, Jakarta, Bill Allen dari International Projects Group USC menyatakan bahwa telah ada lebih dari 100 orang guru Papua yang berhasil dikirim WTA ke USC. Dengan demikian, Bill memperkirakan, sekitar 10.000 siswa Papua telah merasakan manfaat dari program pengiriman guru ke Australia.

Upacara pelepasan guru-guru tersebut dihadiri oleh Elia Loupatty dari Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Emily Serong dan Harris Siagian dari AusAID, selain Rama Brierty dan Bill Allen dari USC.

Pembukaan Pelatihan Pengembangan Guru Yayasan Del di UKSW

Rektor Universitas Kristen Satya Wacana, John Titaley, membuka kegiatan pelatihan pengembangan pembelajaran bagi guru-guru Yayasan Del, pada hari Senin, 9 Januari, di Ruang Probowinoto. Pelatihan yang direncanakan berlangsung hingga 14 April mendatang ini merupakan hasil kerjasama UKSW dengan Willi Toisuta & Associates, Yayasan Del, dan University of the Sunshine Coast.

Hotben Situmorang, salah satu panitia pelatihan dari WTA, mengungkapkan bahwa pelatihan ini diikuti 29 guru yang akan diseleksi untuk dapat mengajar pada SMA Unggul Del di Laguboti, Sumatera Utara. Dosen-dosen dari Fakultas Bahasa dan Sastra serta Fakultas Sains dan Matematika UKSW ikut terlibat dalam pelatihan ini, di samping guru-guru dari Sekolah Laboratorium Satya Wacana dan para pengajar dari USC.

Pada sesi pertama usai pembukaan, Willi Toisuta memberikan presentasi tentang “WTA’s Road Map to Learning” yang dijabarkan menjadi Metode T4, yakni Telaah, Teliti, Tata, dan Tutur. Metode ini adalah metode belajar berbasis penelitian untuk mengoptimalkan kapasitas anak didik. Para guru Del akan mempelajari metode ini agar mereka dapat menjadi fasilitator pembelajaran yang baik bagi murid-muridnya.

Ketua Yayasan Del, Patuan Simatupang, dalam presentasinya menjelaskan visi SMA Unggul Del sebagai “Sekolah unggul mutu yang terpanggil untuk mendidik dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pribadi anak bangsa bagi kemajuan Indonesia”, dengan misi “Mendidik anak bangsa yang handal untuk memiliki kompetensi akademik yang tinggi secara global dan berbudi pekerti melalui sistem pendidikan yang unggul mutu pengelolaan dan unggul metode pembelajaran”.

John Titaley mengungkapkan bahwa UKSW mendukung kegiatan pelatihan ini sebagai salah satu upaya untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu di Indonesia. “Dengan pelatihan ini diharapkan nantinya akan ada sekolah lain yang menyelenggarakan pendidikan dengan baik di Indonesia seperti Sekolah Laboratorium. Mutu pendidikan di Indonesia juga menjadi salah satu komitmen UKSW, dan kita telah menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah, khususnya sekolah Kristen sejak dulu,” kata Titaley.