PENUTUPAN LOKAKARYA KEPALA SEKOLAH & GURU SEKOLAH DASAR REGION II NABIRE, 30 JUNI 2016

Pada tanggal 30 Juni 2016, bertempat di Aula SMKN 1  Nabire, dilangsungkan acara penutupan kegiatan lokakarya kepala sekolah dan guru sekolah dasar Region Nabire. Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Kabupaten Nabire Bidang Pembangunan Bapak Beni Karet S.IP. MM. Beliau didampingi oleh Pimpinan USC-ID, Mr. Christopher Dann dan Mr. Tonny Richardson. Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire diwakili oleh Bapak Mesak Mofu, S.Pd, M.Pd.

Sebelum ditutup, Staf Ahli Bidang Hukum Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ibu Chatarina Girsang, melakukan sosialisasi tentang Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PERMENDIKBUD) No. 082 tahun 2015 mengenai Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dan PERMENDIKBUD No. 18 Tahun 2016 mengenai Pengenalan Lingkungan Sekolah yang menghapus kegiatan Masa Orientasi Sekolah bagi siswa baru.

Lokakarya ini diikuti oleh 122 guru sekolah dasar (87 orang) dan kepala sekolah (35 orang), yang berasal dari empat kabupaten yaitu: Nabire, Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya. Peserta terbanyak adalah dari Nabire sementara yang paling sedikit adalah peserta dari Deiyai. Seluruh peserta mendapatkan sertifikat pelatihan dari panitia (DFAT, Dinas Pendidikan Propinsi Papua, University of The Sunshine Coast dan The Willi Toisuta and Associate).

Pada kesempatan itu, USAID juga membagikan secara simbolis beberapa buku paket kepada para guru dan kepala sekolah dari sekolah – sekolah dasar yang mengikuti kegiatan lokakarya ini.

pemukulan-tifa-pembukaan-lokakarya1toki-tifa-simbolis-pembukaan-lokakarya-oleh-mr-rw-bill-carter


Program Government Partnership for Development (GPFD) Papua adalah Program Peningkatan Kapasitas para pelaku pendidikan di Propinsi Papua, terutama Kepala Sekolah dan Guru-guru Sekolah dasar (SD) dari seluruh Kabupaten di Papua. Program ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota se-Papua, The University of The Sunshine Coast (USC), The Willi Toisuta and Associates (WTA) dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affaisrs and Trade (DFAT).

LOKAKARYA KEPALA SEKOLAH & GURU SEKOLAH DASAR, REGION II NABIRE, 20 s/d 30 Juni 2016

Lokakarya Kepala Sekolah dan Guru SD pada Region II kali ini berlangsung di Kota Nabire, Kabupaten Nabire. Kegiatan pelatihan yang dimulai pada tanggal 20 Juni 2016 dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Nabire Bpk Amirrulah Hasyim, S.IP, MM, bertempat di Aula SMKN 1 Nabire. Seluruh kegiatan untuk kedua kelompok baik kepala sekolah dan guru berlangsung di area sekolah ini.

Lokakarya ini diikuti oleh kepala sekolah dan guru dari beberapa kabupaten di wilayah Pegunungan Mee Pago (Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya) dan Saireri (Pesisir Teluk Cenderawasih) kabupaten Nabire. Jumlah peserta yang hadir lebih kurang 120 orang.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh beberapa perwakilan dari 3 lembaga pendukung Tim GPFD, yaitu Ibu Irwanti Sarewo (Dinas Pendidikan Provinsi Papua), Bpk Eka Simanjuntak (WTA), dan Prof. William Rodney Carter (USC), beserta pejabat lain dalam lingkup dinas pendidikan kabupaten daerah tersebut di atas.

Tim akademisi dari USC yang mengambil bagian dalam program lokakarya kepala sekolah adalah Mr. Tony Richardson dan Brian Collins. Untuk lokakarya guru, yaitu Mr. Christopher Dann, Mrs. Ann Anderson, dan Mr. Peter Curtis. Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa nara sumber yang mengambil bagian dalam kegiatan ini, yaitu Dr. James Modouw (Staf Ahli Mendikbud bidang Hubungan Daerah dan Pusat), Bpk Yohanis Rahail (IPPM) Penggagas Sekolah Kampung.

Dalam lokakarya kepala sekolah, tim Akademisi USC didampingi tim Alumni Academic Teacher (AAT), yaitu Ibu Yuliawati Madu, Sdr. Elizabeth Bunga, dan Bpk Ferdinand Laumal. Sedangkan untuk lokakarya guru, yang mendampingi tim akademisi USC adalah Ibu Susanty Ansanay, Ibu Maria Wambrauw, dan Ibu Maria Bala. Para Pelatih Master untuk Tim Guru berasal dari 2 region yang adalah para dosen KPG. Ibu Anni F. Fonataba, Bpk Refly Jefry Umpel, Bpk Ronald Manibuy, dan Bpk Nasruddin Kanabaraf (KPG Nabire). KPG Mimika Bpk Katemin, Bpk Nurhadi, Bpk Dominggus Kuhuela, Bpk Marthen S Marente.

GPFD_Region_Merauke_09

GPFD_Region_Merauke_10GPFD_Region_Merauke_11GPFD_Region_Merauke_12GPFD_Region_Merauke_13GPFD_Region_Merauke_14


Program Government Partnership for Development (GPFD) Papua adalah Program Peningkatan Kapasitas para pelaku pendidikan di Propinsi Papua, terutama Kepala Sekolah dan Guru-guru Sekolah dasar (SD) dari seluruh Kabupaten di Papua. Program ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota se-Papua, The University of The Sunshine Coast (USC), The Willi Toisuta and Associates (WTA) dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affaisrs and Trade (DFAT).

Laporan Kegiatan GPFD (Periode 2014/2015) Dalam Sosialisasi III RENSTRA Dinas Pendidikan Provinsi Papua

Pada tanggal 15 – 16 Juni 2016, di Jayapura telah diselenggarakan Sosialisasi III Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua. Pada kesempatan tersebut tim USC dan WTA diberi kesempatan untuk menyampaikan perkembangan kegiatan GPFD yang sudah hampir mendekati tahap akhir. Pada kesempatan ini, tim GPFD diwakili oleh Prof. Bill Carter dan Ibu Ni Nyoman Ramawaty dari USC-ID menyampaikan laporan tersebut.

Setelah selesai memaparkan perkembanagan program GPFD, tim GPFD membagi-bagikan buku laporan pelaksanaan GPFD yang dibuat dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.


Program Government Partnership for Development (GPFD) Papua adalah Program Peningkatan Kapasitas para pelaku pendidikan di Propinsi Papua, terutama Kepala Sekolah dan Guru-guru Sekolah dasar (SD) dari seluruh Kabupaten di Papua. Program ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota se-Papua, The University of The Sunshine Coast (USC), The Willi Toisuta and Associates (WTA) dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affaisrs and Trade (DFAT).

LOKAKARYA KEPALA SEKOLAH & GURU SEKOLAH DASAR, REGION III WAMENA, 11 s/d 20 APRIL 2016

Lokakarya Kepala Sekolah dan Guru Region 3 Wamena dibuka secara resmi oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kabupaten Jayawijaya, Bpk Tinggal Wusono, M.KP pada hari Senin, 11 April 2016. Acara pembukaan ini dihadiri oleh beberapa pejabat dari kabupaten lain yang menjadi peserta kegiatan.

Ibu Suzanne Burford (Manager of USC-International Development), Bpk Eka Simanjuntak (Managing Director WTA), Bpk James Modouw (Staff Ahli Mentri Pendidikan dan Kebudayaan), dan Bpk John Rahail (Pendiri dan Pembina Program Sekolah Kampung di Beneraf Sarmi) juga turut hadir pada pembukaan kegiatan ini.

Kegiatan lokakarya GPFD Region 3 Wamena ini dilaksanakan di dua tempat terpisah, dan diikuti oleh 62 orang guru dan 39 orang kepala sekolah dari beberapa kabupaten di pegunungan tengah, yaitu Jayawijaya, Lanny Jaya, Yahukimo, Yalimo, Mamberamo Tengah dan Tolikara mengikuti kegiatan ini. Kegiatan Lokakarya ini berlangsung selama 10 hari.

GPFD_Region_Merauke_06

GPFD_Region_Merauke_07 GPFD_Region_Merauke_08


Program Government Partnership for Development (GPFD) Papua adalah Program Peningkatan Kapasitas para pelaku pendidikan di Propinsi Papua, terutama Kepala Sekolah dan Guru-guru Sekolah dasar (SD) dari seluruh Kabupaten di Papua. Program ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota se-Papua, The University of The Sunshine Coast (USC), The Willi Toisuta and Associates (WTA) dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affaisrs and Trade (DFAT).

Lokakarya Kepala Sekolah & Guru Sekolah Dasar Papua Region IV Merauke, Pembukaan Workshop Kepala Sekolah dan Guru 15 s/d 25 Februari 2016

Lokakarya Kepala Sekolah dan Guru Region 4 Merauke telah dimulai kembali pada hari Senin 15 Februari 2016. Acara pembukaan lokakarya pada region kali ini berlangsung di Aula KPG Khas Papua Merauke, Persekolahan KPG Jalan Ndorem Buti, kota Merauke.

Pembukaan lokakarya dihadiri oleh para peserta kepala sekolah, guru, dan tim GPFD (akademisi dan manajemen: IPG USC, Dinas Pendidikan Provinsi Papua, WTA, dan KPG Merauke). Perwakilan dari pemerintah daerah setempat yaitu Bpk Agustinus Djoko Guritno, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kabupaten Merauke; mewakili PLT Bupati Merauke, Bpk Yohanis Samkakai, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Bpk Frederikus Gebze, SE, Msi, Bupati baru terpilih Kabupaten Merauke, juga turut hadir dalam acara ini.

Sambutan pertama disampaikan oleh Manager Business and Development USC International Development, Ms. Suzanne Burford, sebagai perwakilan dari tim manajemen dan akademisi USC. Sambutan kedua sekaligus membuka kegiatan pelatihan disampaikan oleh Bupati baru terpilih Kabupaten Merauke, Bpk Frederikus Gebze SE, Msi dan dilanjutkan oleh Bpk Eka Simanjuntak, perwakilan dari Willi Toisuta & Associates.

Penyematan tanda kepada peserta sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan ini dilakukan oleh

  1. Guru, mahasiswa tingkat akhir KPG Khas Papua Merauke, dan kepala sekolah dari kabupaten Merauke
  2. Tim Akademisi USC untuk Pendidikan Tingkat Dasar: Dr. Sharn Donnison (leader), Mr. Chris Dann, and Ms. Ann Robertson
  3. Tim Akademisi USC untuk program Kepala Sekolah: Mr. Tonny Richardson (leader) dan Mr. Brian Collins
  4. Tim manajemen USC: Ms. Suzanne Burford dan Ms. Rama Brierty
  5. Tim monitoring evaluasi: Mr. David Shirley dan Ms. Juliana Marau
  6. Bpk James Modouw sebagai pembicara utama pada kuliah umum

GPFD_Region_Merauke_04
GPFD_Region_Merauke_05


Program Government Partnership for Development (GPFD) Papua adalah Program Peningkatan Kapasitas para pelaku pendidikan di Propinsi Papua, terutama Kepala Sekolah dan Guru-guru Sekolah dasar (SD) dari seluruh Kabupaten di Papua. Program ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota se-Papua, The University of The Sunshine Coast (USC), The Willi Toisuta and Associates (WTA) dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affaisrs and Trade (DFAT).

Asesmen Mandiri Instruktur Balai Latihan Kerja di Daerah

Sebagai tindak lanjut penyusunan instrumen kompetensi dan level kualifikasi instruktur yang dilakukan dengan Direktorat INTALA Kementerian Tenaga Kerja RI, The Willi Toisuta and Associates (WTA) bekerjasama dengan PT. Mitra Buana Akademika Pratama melakukan asesmen mandiri ke Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah-daerah. Ada empat belas (14) BBPLK/BLKI yang dikunjungi yakni Banda Aceh, Medan, Padang, Serang, Bandung, Bekasi, Semarang, Surakarta, Samarinda, Makassar, Kendari, Ambon, Ternate, dan Sorong. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 12 – 25 November 2015.

Saat menjelaskan tentang tujuan asesmen mandiri, WTA kembali menegaskan pentingnya identitas instruktur sebagai agen pembelajar sepanjang hayat. Selain itu, penetapan kompetensi instruktur harus berdiri di atas landasan filosofi bahwa pendidikan vokasi menekankan pada keahlian dan pembuktian berupa sertifikat. Penetapan prasyarat atau kualifikasi instruktur ini harus merepresentasi tiga klasifikasi kompetensi yaitu kompetensi metodologi, teknis dan transversal.

Asesmen mandiri bertujuan untuk mengetahui gambaran kompetensi instruktur BLK di setiap daerah. Jumlah instruktur yang mengikuti asesmen sebanyak 320 orang. Data hasil asesmen ini dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun pelatihan instruktur yang berbasis pada kebutuhan setiap level kompetensi. Makin tinggi level seorang instruktur, maka makin tinggi pula kualifikasinya, makin tinggi juga tugas dan tanggungjawabnya. Dengan level kompetensi yang jelas, diharapkan kualitas instruktur akan terus meningkat sehingga kualitas tenaga kerja juga akan turut meningkat.

Asesmen mandiri ke BLK 2b Asesmen mandiri ke BLK 10b Asesmen mandiri ke BLK 9bAsesmen mandiri ke BLK 5b

Penyusunan Instrumen Kompetensi dan Level Kualifikasi Instruktur

Lembaga pelatihan kerja pemerintah ataupun swasta dituntut untuk mampu menciptakan tenaga kerja yang berkualitas. Agar mampu menciptakan tenaga kerja yang berkualitas, lembaga pelatihan kerja harus memiliki instruktur yang berkualitas. Untuk memiliki instruktur yang berkualitas, maka perlu dibangun sistem peningkatan dan pengembangan instruktur.

Menjawab kebutuhan tersebut, The Willi Toisuta and Associates (WTA) dan Direktorat INTALA Kementerian Tenaga Kerja bekerjasama untuk menyusun instrumen kompetensi dan level kualifikasi instruktur. Kegiatan yang berlangsung sejak bulan Oktober 2015 ini bertujuan untuk menempatkan instruktur sesuai kompetensinya, sehingga melalui pendidikan dan pelatihan di lembaga pelatihan kerja, para calon tenaga kerja Indonesia juga diharapkan memiliki skill dan kompetensi yang berkualitas.

Dalam kajian ini, The Willi Toisuta and Associates merekomendasikan beberapa hal. Pertama, perlu adanya peningkatan kapasitas lembaga pelatihan kerja secara keseluruhan dan instruktur secara khusus, agar keberadaan lembaga pelatihan kerja mampu menjawab tuntutan pasar tenaga kerja. Dua, pelatihan yang diberikan kepada instruktur harus sesuai dengan kebutuhan kompetensi dan kualifikasi yang sesuai dengan level instruktur.

Selanjutnya, WTA menyarankan perlunya keterlibatan industri dalam menyusun standar kompetensi dan kualifikasi pelatihan di lembaga pelatihan kerja. Dan yang terakhir, WTA memandang perlu adanya revisi Kepmenpan No. 36 Tahun 2003 tentang Jabatan Fungsional Instruktur dan Angka Kreditnya, agar kompetensi instruktur khususnya di lembaga pelatihan kerja pemerintah, dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan jenjang, pangkat, dan golongan instruktur.

Kualifikasi instruktur 4f

Kualifikasi instruktur 6b

Kualifikasi instruktur 7d Kualifikasi instruktur 8c Kualifikasi instruktur 1