Pelatihan Disiplin Positif bagi Mentor/Pelatih Di Kabupaten Sorong

Setelah pelatihan disiplin positif untuk Mentor/Pelatih di Kabupaten Jayapura selesai dilaksanakan, Unicef dan Yayasan Nusantara Sejati, yang merupakan bagian dari WTA, kembali melaksanakan pelatihan yang sama di Kabupaten Sorong. Pelatihan ini dilaksanakan di Kampus STKIP Muhammadiyah Sorong, pada tanggal 08-11 November 2016.

Ada 17 mentor/pelatih yang mengikuti pelatihan yang diadakan selama empat hari tersebut. Sama seperti di Jayapura, dalam pelatihan ini, mentor/pelatih difasilitasi bagaimana memberikan pelatihan dan pendampingan pada guru-guru kelas awal di 20 sekolah di Kabupaten Sorong mengenai disiplin positif. Pendekatan pelatihan ini juga menggunakan konsep ,dimana para mentor/pelatih terlebih dahulu dipandu untuk menginternalisasikan prinsip-prinsip disiplin positif dalam kehidupan sendiri.

Pada akhir pelatihan, mentor/pelatih menyusun rencana program pelatihan disiplin positif untuk para guru (in house training). Pelatihan ini telah dilaksanakan pada tanggal 17-30 November 2016. Pelatihan ini sendiri difasilitasi oleh 3 orang pelatih nasional dan 2 orang pelatih lokal.

dp-sorong-3

dp-sorong-4

dp-sorong-5

dp-sorong-7

Pelatihan Disiplin Positif bagi Mentor/Pelatih Di Kabupaten Jayapura

Maraknya kekerasan pada anak saat ini sungguh memprihatinkan semua pihak. Apalagi kekerasan ini justru terjadi di lingkungan sekolah dan pelakunya adalah guru yang pada banyak kasus, mendapat restu dari orang tuanya sendiri. Wujud dari kekerasan yang terjadi di sekolah umumnya adalah hukuman yang diberikan guru kepada siswa atas perilaku yang dianggap tidak tepat atau melanggar aturan. Hal ini terjadi karena masih banyak guru dan orang tua yang percaya bahwa menghukum anak didik adalah salah satu bentuk pedagogi yang baik bagi anak dan kekerasan juga dianggap sebagai cara paling efektif untuk membuat anak menjadi disiplin. Untuk mengurangi praktek kekerasan terhadap anak disekolah Unicef bekerja sama dengan Yayasan Nusantara Sejati (YNS), yang merupakan bagian WTA, mencoba mengimplementasikan pendekatan disiplin positif (positive discipline) bagi guru, siswa dan orang tua.

Untuk itu, Unicef dan IGGRD/YNS mengembangkan program implementasi positif disiplin yang disesuaikan dengan konteks Papua. Program ini dimulai dengan mengadakan pelatihan (ToT) untuk memberikan pemahaman bagi para mentor/pelatih YNS/Unicef tentang disiplin positif. Pelatihan pemahaman ini telah dilaksanakan di hotel Sahid Jayapura pada tanggal 25-27 Juli 2016.

Pada tanggal 02-05 November 2016 yang lalu, bertempat di Hotel D’Green Jayapura, 25 mentor/pelatih YNS/Unicef berkumpul untuk mengikuti pelatihan (ToT) disiplin positif tahap II. Dalam pelatihan ini, mentor/pelatih yang sudah mengikuti pelatihan tahap I, difasilitasi menyusun program pelatihan dan pendampingan yang akan digunakan untuk melatih, mendampingi dan mensupervisi pelaksanaan program disiplin positif oleh guru di 20 sekolah dampingan TNS/Unicef di Kabupaten Jayapura.

Sebelum kegiatan pelatihan dan pendampingan pada guru dilaksanakan, para mentor/trainer diminta untuk menerapkan prinsip-prinsip disiplin positif dalam kehidupannya (proses internalisasi). Ini dilakukan agar para mentor/pelatih dapat membantu/mendorong para guru-guru menerapkan penerapan disiplin positif dengan keteladanan. Hal ini tergambar dari pendapat Ulva Ulivia, salah satu peserta, yang mengatakan, “Pembelajaran yang saya dapat dari pelatihan ini adalah, tanpa saya sadari saya sering melakukan tindakan misbehave sehingga saya sadar sebelum melatihkan disiplin positif pada guru-guru, saya harus memulai dari diri saya sendiri terlebih dahulu.”

Dalam dua hari terakhir, mentor/pelatih diminta untuk menyusun sendiri rencana pelatihan (manual pelatihan) yang akan mereka gunakan ketika melatih para guru. Dengan demikian, ketika memberikan pelatihan dan pendampingan disiplin positif mentor/pelatih dapat melakukannya sesuai dengan konteks sekolah dimana guru tersebut bekerja. Pelatihan ini difasilitasi oleh 3 orang pelatih nasional (YNS) dan beberapa pelatih lokal (pengajar dari Universitas Cendrawasih dan kepala sekolah).

Workshop & Refinement Materi Positif Disiplin untuk Master Trainer di Kabupaten Jayapura

Kekerasan pada anak di Indonesia, khususnya Papua, sangat mengkhawatirkan. Ironisnya, kekerasan ini terjadi di lingkungan sekolah. Kekerasan ini, malah dilakukan oleh guru sendiri dalam wujud pemberian hukuman. Menanggapi ini, Unicef bekerja sama dengan Institute of Good Governance and Regional Development (IGGRD) atau Yayasan Nusantara Sejati (YNS), yang merupakan bagian WTA, mendorong penerapan positif disiplin bagi guru, siswa dan orang tua dengan mengadakan pelatihan pada guru dan mentor/pelatih.

Dalam rangka mempersiapkan pelatihan ini, diadakan workshop mengenai disiplin positif untuk para manajemen dan mentor/trainer. Dalam sambutannya, Direktur WTA yang di dalamnya ada IGGRD/YNS, Bapak Eka Simanjuntak, menjelaskan bahwa tujuan workshop ini adalah mengubah pola pikir dan kebiasaan pengunaan hukuman di sekolah. Sementara Ibu Eliza, selaku perwakilan dari Unicef, memberikan harapan dengan workshop ini materi pelatihan dapat dikembangkan sehingga dapat memperbaruhi metode pendampingan mentor/pelatih.

Untuk itu dalam workshop ini, pelatih nasional dan pelatih lokal mendiskusikan kembali materi dan manual pelatihan disiplin positif yang telah disusun. Sebelumnya, Tim Disiplin Positif YNS telah menyusun suatu manual pelatihan disiplin positif. Oleh karena itu, workshop ini juga untuk memfinalisasi manual pelatihan yang telah disusun tersebut.

Workshop yang berlangsung selama 2 hari ini tepatnya dari tanggal 31 Oktober s/d 01 November 2016, dilaksanakan di Rumah Makan Maranli, Kota Jayapura. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang yang terdiri atas beberapa kelompok yang akan terlibat langsung dan tidak langsung dalam program pelatihan selanjutnya bagi mentor/pelatih. Peserta tersebut terdiri dari pelatih utama, pelatih nasional, pelatih lokal, manajemen dan perwakilan dari Unicef. Selain itu diundang pula master trainer Program Literasi Kelas Awal untuk bersama-sama memberi masukan dan memperkaya materi disiplin positif tersebut. Kegiatan ini akan berlanjut dengan pelatihan kepada mentor/pelatih kabupaten Jayapura tanggal 2 – 5 November 2016 dan kabupaten Sorong 8 – 11 November 2016.

dscn3812

dscn3809

dsc04568

dsc04547

Program Pengembangan Profesionalitas Bagi Widyaismara Kemendagri Indonesia

Pada tanggal 26 September 2016 hingga 23 Oktober 2016 telah terselenggara program peningkatan kapasitas yang dirancang oleh WTA melalui kerja sama dengan University of the Sunshine Coast (USC) dan didanai oleh Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus USC di Sunshine Coast, Queensland, Australia.Kegiatan ini diikuti oleh empat belas orang widyaiswaraBadan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Makassar, Padang, dan Yogyakarta.

Dalam kegiatan ini ada beberapa materi yang dibahas, yaitu kepemimpinan, pengelolaan organisasi, isu keragaman di ranah okupasi, ketenagakerjaan,prinsip finansial, dan tata kelola pemerintahan.Para peserta merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, hal ini dapat dibaca dari komentar tiga peserta berikut.

              Kami mendapatkan hal-hal baru seperti bagaimana menerapkan strategi kepemimpinan yang baik, membangun kerjasama tim dengan performa yang tinggi, mempelajari kebijakan-kebijakan public yang mungkin bisa diterapkan di Indonesia tapi tetap menyesuaikan dengan kultur yang ada di Indonesia. – Bayu Erlangga

            Saya dapat mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan besar untuk belajar mengenai kepemimpinan, kemampuan pelatihan praktis yang diberikan oleh pelatih-pelatih berpengalaman, termasuk pertukaran budaya. Semoga semua yang terlihat dalam pelatihan ini tidak hanya mengalami peningkatan kapasitas personal, tetapi juga mengembangkan kualitas pelatihan organisasi di mana mereka terlibat. Semua yang terlibat diharapkan dapat menjadi agen perubahan bagi budaya positif di dalam organisasi dan kelompok pelatih yang dapat membagikan pengetahuan mereka. – Oktavia Hutagalung

         Kami dapat mengambil manfaat dari kegiatan selama 4 minggu di Australia, banyak memahami tentang Kepemimpinan, Kompetensi, dan sistem pemerintahan. Banyak pengelaman kami dapat, mulai dari berbahasa Inggris, berhubungan dengan penyelenggara, menikmati alam yang sangat sejuk. – Mudji Estiningsih

aaf-round-16-4aaf-round-16-3aaf-round-16-2aaf-round-16-1

WTA Mendampingi Tim BPSDM Kemendagri Dalam Rangka Kunjungan kerja ke Australia

Pada tanggal 26 September hingga 1 Oktober 2016, Bpk. Eka Simanjuntak sebagai Managing Director The Willi Toisuta & Associates mendampingi Tim dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementrian Dalam Negeri yang terdiri dari Bpk. Teguh Setyabudi (Kepala Badan), Bpk. Budi Antoro (Kepala Pusat) dan Bpk. Urkanus Sihombing, melakukan perjalanan dinas ke Sunshine Coast, Brisbane, dan Perth di Australia. Tujuan dari perjalanan dinas ini adalah:

  1. Menghadiri upacara pembukaan pelatihan (Training of Trainers) di Kampus The University of The Sunshine Coast, Queensland, Australia, yang diikuti oleh 14 pelatih yang berasal dari 5 pusat pelatihan BPSDM Kemendagri di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Makassar. Program ini dirancang oleh WTA dan USC dan didanai sepenuhnya oleh Pemerintah Australia melalui DFAT. Di dalam pelatihan yang berlangsung selama 4 minggu ini, peserta akan belajar tentang berbagai pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain, menyampaikan, dan melakukan asesmen dalam training.
  2. Mengunjungi beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan, yaitu Queensland Combined Emergency Services Academy (QCESA) dan 2 kampus milik TAFE Queensland, yaitu Skill Tech dan South Bank. Di Perth, Tim mengadakan pertemuan dengan wakil rektor, dekan school of education, dan wakil dari school of business and law dari Edith Cowan University.

Queensland Combined Emergency Services Academy (QCESA)

Kunjungan Tim ke QCESA ini bertujuan untuk mempelajari sistem peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang bekerja di bidang penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran.

Ditempat ini, Tim disambut oleh Manajer dari QCESA dan mendapatkan penjelasan tentang QCESA serta program-program pelatihan yang dilaksanakan ditempat ini. QCESA adalah pusat rekrutmen, pendidikan dan pelatihan bagi para manajer dan petugas pemadam kebakaran yang bekerja diseluruh Queensland. Ditempat ini petugas pemadam kebakaran dididik dan dilatih dengan berbagai pelatihan dasar dan lanjutan yang mereka butuhkan dalam melaksanakan tugas-tugas mereka. Kunjungan ini diakhiri dengan mengunjungi berbagai fasilitas yang tersedia di pusat pendidikan dan pelatihan ini.

Technical and Further Education (TAFE)Queensland

Seperti diketahui, BPSDM Kemendagri memiliki 5 pusat pelatihan dan bertanggungjawab terhadap Diklat milik Pemerintah Daerah diseluruh Indonesia. Untuk dapat mengelola kelima pusat pelatihan dan mensupervisi seluruh Diklat yang ada di seluruh Indonesia bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, Tim merasa perlu mengunjungi TAFE Queensland karena TAFE Queensland merupakan salah satu lembaga pelatihan terbesar yang dimiliki oleh Pemerintah Negara Bagian Queensland. TAFE Queensland menyediakan lebih dari 500 program pelatihan dibidang yang berbeda-beda dan memiliki lebih kurang 70 kampus yang tersebar diseluruh Queensland. TAFE melatih lebih kurang 180,000 siswa dalam setahun.

Pada kesempatan ini, Tim BPSDM Kemendagri diterima oleh Ms. Janelle Chapman yang merupakan Director TAFE Queensland International dan staffnya. Ms. Janelle menjelaskan tentang TAFE dan pengalaman TAFE dalam menyelenggarakan berbagai pelatihan di Queensland maupun dalam rangka kerjasama dengan berbagai negara-negara di dunia termasuk di Indonesia. Di akhir pertemuan, Tim diajak mengunjungi 2 kampus milik TAFE Queensland yaitu Skill Tech campus dan South Bank campus yang keduanya berada disekitar Brisbane.

Edith Cowan University (ECU)

Pada akhir perjalanan, Tim BPSDM berkunjung ke Edith Cowan University yang terletak di Perth, Australia. ECU adalah salah satu Universitas yang masih relatif muda di Australia (berdiri tahun 1991), namun berkembang dengan sangat cepat. Kualitas pengajaran di ECU telah mendapatkan bintang 5 (five-Star) selama 8 tahun berturut-turut.

Dalam pertemuan antara Tim BPSDM yang dipimpin oleh Bpk. Teguh Setyabudi dan Tim ECU yang dipimpin oleh Assc. Prof. Helen Vella Bonavita, PhD (Dean International). Kedua belah pihak membahas kemungkinan kerjasama dalam menyusun standar kompetensi untuk setiap posisi yang ada di pemerintah daerah provinsi maupun daerah, membantu membangun sistem peningkatan kompetensi bagi aparat pemerintah provinsi dan daerah, terutama dalam rangka meningkatkan pelayan publik. Setelah pertemuan selesai, Tim BPSDM diajak berkeliling kampus ECU di Joondalup dan Mount Lawley.

qcesa-2-copyskill-tech-3-copy queensland-combined-emergency-services-academy-qcesa-1-copy ecu-1-copy